4.920 Lulusan SMK Jatim Dikirim ke Luar Negeri, Tulungagung Sumbang Terbesar
- Penulis : Bramanta
- | Jumat, 15 Mei 2026 07:59 WIB
jatimnow.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melepas ribuan lulusan siswa SMK untuk mengikuti program magang dan bekerja di berbagai negara. Tulungagung menjadi daerah terbanyak di Jawa Timur yang mengirimkan lulusan SMK untuk berkerja di luar negeri.
Khofifah mengatakan, lulusan SMK memiliki peran signifikan dalam membangun konektivitas ruang kerja di berbagai negara. Sehingga siswa harus memiliki skil bekerja sesuai keahlian dan penguasaan bahasa.
Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
"Konektivitas yang sudah terbangun dari unit SMK di Jawa Timur harus di luaskan ke berbagai negara," ujarnya, Kamis (15/5/2026).
Ada beberapa negara yang menjadi tujuan tenaga kerja lulusan SMK. Mulai dari Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Jepang, Uni Emirat Arab, Saudi Arabia, Jerman, Dubai hingga Turki. Pemberangkatan akan dilakukan serentak secara nasional oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada 20 Mei 2026 mendatang.
"Mereka nanti bekerja di luar negeri antara 3 sampai 5 tahun," terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai menambahkan, di Jawa Timur terdapat 4.920 lulusan SMK negeri dan swasta yang akan berangkat ke luar negeri. Dengan rincian, 3.186 siswa SMK mengikuti program magang dan 1.734 lulusan SMK kembali bekerja ke luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).
"Ini secara simbolis kami melakukan pelepasan di SMK Sore Tulungagung," jelasnya.
Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor
Dalam pelepasan yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur berasal dari lulusan SMK Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan. Dengan total mencapai 1.067 siswa.
"Tulungagung menjadi pengirim terbanyak siswa lulusan SMK ke luar negeri dengan jumlah 898 siswa," paparnya.
Ribuan siswa lulusan SMK dari Jawa Timur akan bekerja ke luar negeri pada beberapa sektor. Mulai dari manufaktur, pertanian, industri, farmasi, perhotelan hingga tenaga kerja teknologi Artificial Inteligen (AI).
Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia
"Negara tujuan yang paling banyak diminati adalah Jepang," ungkapnya.
Aries mengatakan, dengan membangun konektivitas ruang kerja ke berbagai negara diharapkan dapat mengurangi tingkat pengangguran terbuka (TPT) dari lulusan SMK.
"Lulusan SMK di Jawa Timur itu mencapai 200 ribuan. Ini langkah awal untuk mengurangi angka pengangguran," pungkasnya.
Editor : Bramanta