Viral Disebut Lebih Besar dari Borobudur, Kunjungan Situs Adan-Adan Kediri Meningkat
- Penulis : Yanuar D
- | Kamis, 14 Mei 2026 17:00 WIB
jatimnow.com - Situs Adan-Adan di Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, kembali jadi sorotan setelah video lama ekskavasi ramai diperbincangkan di media sosial. Disandingkan dengan pernyataan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun, situs ini disebut lebih besar dari Candi Borobudur di Magelang.
Juru pelihara Situs Adan-Adan, Ikhwan, mengatakan ramainya pembahasan di media sosial membuat jumlah pengunjung meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir. Mereka bahkan datang dari luar daerah seperti Jakarta hingga Banten untuk melihat langsung temuan arkeologi yang sebenarnya sudah digali sejak 2016 itu.
Baca Juga: Sambut 56 Biksu di Mojokerto, Indah Kurnia Serukan Pesan Damai
“Banyak sekali. Banyak sekali mulai tanggal berapa ya? Tanggal 7 Mei apa berapa ya? Kemarin itu sudah mulai dari luar daerah juga ke sini. Yang paling jauh dari Banten, Serang. Ada yang dari Jakarta juga,” katanya, Kamis (14/5/2026).
Ikhwan menambahkan, sebagian dari mereka sudah pernah datang dan ingin memastikan kembali kebenarannya. Namun, ada juga yang datang karena penasaran.
Seperti diketahui, salah satu hal yang membuat Situs Adan-Adan ramai diperbincangkan adalah dugaan memiliki candi yang disebut lebih besar dibanding Candi Borobudur.
Dugaan tersebut berdasarkan ukuran makara di Situs Adan-Adan yang lebih besar dibanding Borobudur, dengan tinggi mencapai sekitar 2 meter dan lebar kurang lebih 1 meter.
Menurut Ikhwan, bila dilihat dari ukuran makara, kemungkinan jika ekskavasi lebih dalam akan ditemukan candi Buddha dengan luas sekitar satu kilometer.
Baca Juga: Batik Kinnara Kinnari Banyuwangi Dipesan Banyak Vihara, Ini Sebabnya
“Kalau luasnya itu sekitar dari data terakhir yang ditemukan, ring-nya yang paling luar itu 800 meter persegi, satu kilometer lah, satu kilometer persegi dihitung dari sini di tengahnya. Ini kan candinya di sini, bisa candinya di sini. Nah ini (makara) fungsinya untuk masuk kan, masuk ke arah timur gitu, jadi candinya menghadap ke sana. Mojok,” jelasnya.
Meski begitu, Ikhwan menegaskan hal tersebut masih sebatas dugaan sementara dan belum bisa dipastikan sepenuhnya karena penelitian masih terus berjalan.
“Sebenarnya kalau dikatakan lebih luas itu ya, itu masih apa ya, Mbak? Masih klaim sementara gitu. Belum pasti karena kita tahu sendiri bahwa penelitiannya juga belum selesai,” ujarnya.
Baca Juga: Melihat Perayaan Cheng Beng Pertama Kali di Grand Heaven Surabaya
Situs Adan-Adan sendiri mulai dilakukan ekskavasi besar pada 2016 oleh tim arkeologi bersama pemerintah daerah.
Berdasarkan hasil carbon dating, situs tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-9 hingga abad ke-13 Masehi atau berada pada era Airlangga.
Selain makara, di lokasi tersebut juga ditemukan empat penemuan spektakuler lainnya, di antaranya kepala Buddha, arca bodhisattwa, serta berbagai fragmen bangunan dengan ukiran detail khas candi Buddha lainnya.
Editor : Yanuar D