Jumat, 12 Jun 2026 22:46 WIB

Batik Kinnara Kinnari Banyuwangi Dipesan Banyak Vihara, Ini Sebabnya

  • Penulis :
  • | Jumat, 28 Jun 2024 09:50 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melihat batik Kinnara Kinnari. (Foto: Pemkab Banyuwangi)
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melihat batik Kinnara Kinnari. (Foto: Pemkab Banyuwangi)

jatimnow.com - Batik Kinnara Kinnari banyak mendapat pesanan dari vihara. Industri batik yang terletak di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran itu, mengusung motif filosofi ajaran Buddha. Seperti corak roda Dhamma, daun Bodhi, Teratai, dan sebagainya.

Batik Kinnara Kinnari ini diproduksi oleh ibu-ibu Buddhis yang tergabung dalam kelompok Panca Vihara.

Baca Juga: Viral Disebut Lebih Besar dari Borobudur, Kunjungan Situs Adan-Adan Kediri Meningkat

“Awalnya kami mendapatkan pelatihan membatik di Vihara tempat kami melakukan pujadharma. Dari sana, kami tercetus ingin membuat usaha batik bersama,” ujar Indah Yuswaningtyas, salah satu penggagasnya, dilansir laman resmi Pemkab Banyuwangi, Selasa (25/6/2024) lalu.

Indah menceritakan usaha batik tersebut dimulai sejak tahun 2020 dengan melibatkan banyak perempuan Buddhis dari desa setempat.

Indah menambahkan, Kinnara Kinnari diambil dari nama Dewa Dewi Keharmonisan.

“Harapannya ini bisa membawa berkah dan kebaikan bagi semuanya,” ungkapnya.

Sejak berdiri mereka konsisten mengangkat corak-corak Buddhis dalam karyanya. Menurut mereka, ini adalah cara untuk terlibat dalam menghidupkan ajaran Buddha.

Baca Juga: Rayakan Sumpah Pemuda 2025, Mahasiswa Surabaya Ciptakan Motif Batik dengan AI

Berjalan tiga tahun, kelompok ini telah memproduksi sedikitnya 25 corak yang mengkombinasikan batik tradisional Banyuwangi dengan motif Buddhis. Batik produksi mereka telah merambah ke pasar nasional, melalui penjualan online. Per lembar kain batik dibanderol dengan harga Rp. 135-150 ribu.

“Jika ditotal sudah ribuan yang terjual. Vihara-vihara dari seluruh Indonesia sudah pernah memesan batik Buddhis kami,” ungkap Indah.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pun melaksakana kegiatan Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) di desa tersebut. Ia mengapresiasi kelompok perempuan Buddhis tersebut.

Menurut Ipuk, selain sebagai dharma mereka, usaha batik Buddhis menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi, khususnya bagi kaum perempuan.

Baca Juga: Uniknya "Ngebatik Bersama Dafam" Lestarikan Budaya dengan Cara Kekinian

“Ini salah satu upaya peningkatan kemandirian ekonomi. Ibu-ibu rumah tangga diberdayakan menjadi perajin batik sehingga memilki penghasilan untuk menambah pendapatan keluarganya,” kata Ipuk.

Dalam kesempatan itu, Ipuk juga menyerahkan surat rekomendasi untuk memfasiltasi pengurusan hak kekayaan intelektual (HKI) produk batiknya. Hal ini untuk memperoleh perlindungan secara hukum atas karya mereka.

“HKI penting agar produk yang kita buat tidak diakui oleh pihak lain. Dengan HKI, daya saing dan jangkauan pasar juga lebih meningkat,” tambah Ipuk.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.