Sabtu, 06 Jun 2026 22:45 WIB

Melihat Perayaan Cheng Beng Pertama Kali di Grand Heaven Surabaya

  • Penulis :
  • | Jumat, 24 Mar 2023 16:50 WIB
Perayaan Cheng Beng pertama kali di Grand Heaven Surabaya (Foto: Tina for jatimnow.com)
Perayaan Cheng Beng pertama kali di Grand Heaven Surabaya (Foto: Tina for jatimnow.com)

jatimnow.com - Puncak bulan Cheng Beng dirayakan Rumah Duka Grand Heaven Surabaya di lantai 11 dengan membakar seserahan dalam jumlah banyak, sebagai penghormatan kepada leluhur umat Budha.

Perayaan bulan Cheng Beng yang bertepatan dengan hari pertama bulan Ramadan 2023 itu berlangsung khidmat.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Ratusan umat Budha membaca doa kalimat sutra mulai Rabu (22/3/2023), dilanjutkan Kamis (23/3/2023) sejak siang, kemudian ritual pembakaran seserahan yang terdiri dari kapal yang terbuat dari kertas, buah, teh hingga daging.

Pemilik Grand Heaven, Suwito Mulyadi menjelaskan, upacara Cheng Beng yang digelar dua hari ini merupakan adat istiadat untuk membersihkan makam orangtua. Pada hari pertama, umat Budha membacakan doa untuk penyeberangan roh para leluhur mereka.

"Pesannya adalah kita harus menghargai leluhur kita. Kesatu leluhur kita jangan kita sia-siakan atau kita sudah kremasi (abunya) dibuang ke laut. Jadi kerangka itu alangkah baiknya dipelihara," terang Suwito, Jumat (24/3/2023).

Menurut Suwito, memelihara kerangka leluhur setelah jenasahnya dikremasi untuk mengingat garis akar keturunan.

"Di China itu 95 persen sampai 99 persen itu semua boleh dikremasi, kerangkanya diambil lagi ama keluarganya, dikubur lagi dengan tanah ukuran 1X1," papar pria yang akrab disapa Pak Awi tersebut.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

Terkait menguburkan tulang leluhur atau kerabat yang meninggal, Suwito menerangkan bahwa hal ini terkait dengan kesejahteraan generasi penerusnya sesuai kepercayaan umat Budha.

"Kalau dikubur itu kan utuh jenazahnya. Itu rezekinya 100 persen dia bisa mendapatkan. Kalau dikremasi dia mendapatnya ya 75 persen," ucapnya.

Grand Heaven Surabaya bakal menggelar upacara Cheng Beng pada tahun depan lebih meriah dengan menanamkan benih kasih sayang untuk lebih mencintai dan mengasihi orangtua.

"Supaya mengingat kebaikan-kebaikan orangtua kita. Karena orangtua yang melahirkan kita," terang Suwito.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Setelah acara bakar seserahan, pada perayaan Cheng Beng yang pertama kalinya digelar di Grand Heaven ini juga digelar ritual mengirimkan doa di ruangan rumah abu oleh Banthe.

Dan pada bulan 7 rumah duka termewah di Indonesia yang memberikan pelayanan dengan harga terjangkau tersebut, akan menggelar ritual Chi Qwe Cap Go untuk membantu menyeberangkan roh ke surga karena pintu neraka telah dibuka.

"Makanya kalau Chi Qwe Cap Go, biasanya kita orang-orang chinese itu biasanya satu gak ada yang married, gak ada perkawinan. Kedua kita juga anak-anak tidak diperbolehkan pulang sampai malam karena setan bergentayangan. Jadi saat-saat itulah banyak kejadian-kejadian yang kita tidak bisa tahu," pungkas Suwito.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.