KSP Nasari Wakafkan Aplikasi Digital White Label untuk Koperasi Merah Putih
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Rabu, 13 Mei 2026 21:03 WIB
jatimnow.com – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-27 di Surabaya. Dalam momentum perayaan usianya yang ke-28 tahun ini, KSP Nasari membuat gebrakan inovatif dengan meluncurkan aplikasi mobile berkonsep white label yang didedikasikan untuk mendukung operasional Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh Indonesia.
Ketua Umum KSP Nasari, Frans Meroga Panggabean, menjelaskan bahwa peluncuran aplikasi ini merupakan tindak lanjut dari mandat Kementerian Koperasi. Sebelumnya, KSP Nasari bersama 11 koperasi percontohan (role model) lainnya resmi ditunjuk oleh pemerintah sebagai 'kakak asuh' bagi KDKMP.
Baca Juga: Puji Program MBG, Bupati Jember: Bukan Sekadar Pemenuhan Gizi
"Aplikasi mobile ini akan kita kolaborasikan dengan teman-teman KDKMP. Karena berkonsep white label, mereka tinggal menamainya sesuai identitas koperasi masing-masing. Jadi, teman-teman KDKMP akan langsung punya aplikasi digital sendiri," ujar Frans di Surabaya, Rabu (13/5/2026).
Frans menegaskan, teknologi yang diserahkan kepada KDKMP ini bukanlah aplikasi uji coba, melainkan pengembangan dari platform Nasari Digital yang selama ini telah teruji dan aktif digunakan oleh 65.000 anggota KSP Nasari di seluruh Indonesia.
"Barangnya sudah ada dan beroperasi. Inilah yang kami 'wakafkan' kepada teman-teman adik asuh kami di KDKMP," tambahnya.
Baca Juga: Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri
Untuk menunjang operasional ekonomi kerakyatan di tingkat desa dan kelurahan, aplikasi ini dibekali fitur komprehensif. Di antaranya fitur keanggotaan yang mencakup pendidikan perkoperasian, pembuatan kartu anggota online, hingga fasilitas pelaksanaan RAT secara online.
Aplikasi tersebut juga dirancang mengubah koperasi menjadi ekosistem finansial melalui penyediaan payment gateway dan dompet digital (e-money). Aplikasi juga menyediakan fasilitas marketplace layaknya e-commerce komersial seperti Tokopedia atau Shopee. Fitur ini memungkinkan warga desa/ kelurahan untuk berjualan dan memasarkan potensi produk lokal mereka secara luas.
Baca Juga: BEM Kediri Raya Dorong Penguatan Ekonomi Desa dan Perlindungan Daya Beli Masyarakat
Aplikasi tersebut juga menyediakan kemudahan akses terhadap layanan produk-produk simpanan dan tabungan. Kemudian ada layanan solusi pinjaman dan pembiayaan bagi anggota yang membutuhkan modal atau dana darurat. Fitur terakhir adalah modul e-learning dan pelatihan manajemen berkelanjutan bagi para pengurus KDKMP.
Langkah digitalisasi dan pendampingan yang dilakukan KSP Nasari ini mendapat apresiasi langsung dari Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah. Aplikasitersebut dinilai sangat mendukung program prioritas nasional pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
Editor : Dadang Kurnia