Senin, 22 Jun 2026 20:41 WIB

Gratiskan Jembatan Suramadu, Jokowi: Jangan Dikaitkan Politik!

Presiden Jokowi bersalaman dengan warga saat peresmian pembebasan biaya tarif Jembatan Suramadu.
Presiden Jokowi bersalaman dengan warga saat peresmian pembebasan biaya tarif Jembatan Suramadu.

jatimnow.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan kebijakan untuk menggratiskan Jembatan Suramadu itu tidak ada kaitannya dengan politik. Sebab, hal itu dilakukan hanya untuk urusan kesejahteraan rakyat. 

Pada hari ini, Presiden Jokowi memang meresmikan bebas biaya tarif di Jembatan Suramadu, Sabtu (27/10/2018).

Baca Juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

"Ini tidak ada (kaitannya) soal politik. Kalau politik, kenapa nggak saya resmikan saja tahun depan," kata Jokowi seusai peresmian pembebasan tarif biaya Jembatan Suramadu.

Menurut Jokowi, jangan semua hal yang telah dilakukannya selalu dikaitkan dengan politik.

"Jadi jangan apa-apa dikaitkan dengan politik lah, Ini urusan ekonomi, urusan kesejahteraan, urusan keadilan," tegas Jokowi.

Selain itu, ketika ditanya terkait pemasukan negara berkurang akibat digratiskannya Jembatan Suramadu, Jokowi mengatakan, bahwa negara itu tidak berhitung untung dan rugi. Namun negara berhitung yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat.

Baca Juga: Nekat Memancing di Bawah Jembatan Suramadu, Mustofa Tewas Terseret Arus Pasang

"Jadi jangan bawa hitung-hitungan selalu untung rugi, negara tidak hitung untung dan rugi, hitungannya makro, keuntungannya benefitnya ada di masyarakat," ujarnya.

Jokowi juga menambahkan bahwa untuk pemeliharaan Jembatan Suramadu itu, nantinya akan menggunakan dana APBN. Menurutnya APBN masih mampu untuk membiayainya.

"Ini pemasukannya juga gak banyak kok, kecil, saya pikir sampai triliun, tapi tadi ternyata saya tanya sama Menteri PU ternyata kira-kira Rp 120 miliar, APBN masih mampu, termasuk di dalamnya yang mendukung untuk investasi kita akan berikan dukungan," tandasnya

Baca Juga: Menyoal Konsistensi Komunikasi Publlik Pejabat Negara

 

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.