Sabtu, 06 Jun 2026 10:23 WIB

Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

  • Penulis : Yanuar D
  • | Minggu, 17 Mei 2026 10:00 WIB
Forum diskusi “BISIK-BIPALA: Antara Pasar dan Pasal: Market Balance in the Gen Z Era” di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNESA. (dok. Pribadi)
Forum diskusi “BISIK-BIPALA: Antara Pasar dan Pasal: Market Balance in the Gen Z Era” di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNESA. (dok. Pribadi)

jatimnow.com - Dosen Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya sekaligus CEO Sygma Research and Consulting, Ken Bimo Sultoni, menegaskan bahwa arah politik Indonesia periode 2024-2029 akan dipengaruhi tiga faktor utama: konsolidasi kekuasaan domestik, paradigma ekonomi politik nasional, dan strategi geopolitik di tengah rivalitas global.

Pandangan tersebut disampaikan dalam forum diskusi “BISIK-BIPALA: Antara Pasar dan Pasal: Market Balance in the Gen Z Era” di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNESA, Sabtu (16/5/2026).

Baca Juga: Incar Suara Pemilih Pemula, PDIP Jember Lantik Ratusan Pengurus PAC Milenial

Menurut Ken Bimo, fenomena grand coalition pasca pemilu memang mampu menciptakan stabilitas politik, namun tetap harus diawasi agar tidak melemahkan fungsi oposisi dan mekanisme checks and balances dalam demokrasi.

“Demokrasi bukan sekadar soal memilih pemimpin, tetapi bagaimana kekuasaan dijalankan, dikontrol, dan dipertanggungjawabkan kepada rakyat,” ujarnya.

Baca Juga: KADIN Jatim Soroti Ketimpangan Pajak UMKM dan Korporasi

Ia juga menyoroti arah ekonomi politik nasional melalui hilirisasi industri, pembangunan IKN, serta penguatan kedaulatan pangan dan energi. Menurutnya, industrialisasi Indonesia harus dibangun tidak hanya untuk mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan memperkuat kemandirian teknologi nasional.

Pada aspek geopolitik, Ken Bimo menilai Indonesia saat ini menerapkan strategi hedging melalui politik luar negeri bebas aktif di tengah rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok.

Baca Juga: Rapor Publik Pejabat: Terobosan Akuntabilitas atau Sekadar Pertunjukan Transparansi?

“Posisi Indonesia sebagai bridge builder menjadi modal penting untuk memperkuat pengaruh diplomasi Indonesia di tingkat global,” katanya.

Forum berlangsung dinamis dengan partisipasi mahasiswa, praktisi dan akademisi yang membahas masa depan demokrasi Indonesia di tengah perubahan ekonomi dan geopolitik global.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.