Selasa, 21 Jul 2026 23:24 WIB

Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

  • Penulis : Yanuar D
  • | Minggu, 17 Mei 2026 10:00 WIB
Forum diskusi “BISIK-BIPALA: Antara Pasar dan Pasal: Market Balance in the Gen Z Era” di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNESA. (dok. Pribadi)
Forum diskusi “BISIK-BIPALA: Antara Pasar dan Pasal: Market Balance in the Gen Z Era” di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNESA. (dok. Pribadi)

jatimnow.com - Dosen Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya sekaligus CEO Sygma Research and Consulting, Ken Bimo Sultoni, menegaskan bahwa arah politik Indonesia periode 2024-2029 akan dipengaruhi tiga faktor utama: konsolidasi kekuasaan domestik, paradigma ekonomi politik nasional, dan strategi geopolitik di tengah rivalitas global.

Pandangan tersebut disampaikan dalam forum diskusi “BISIK-BIPALA: Antara Pasar dan Pasal: Market Balance in the Gen Z Era” di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNESA, Sabtu (16/5/2026).

Baca Juga: Prodi Ilmu Politik UNESA Libatkan DPRD, KPU, hingga Media untuk Perkuat Kurikulum

Menurut Ken Bimo, fenomena grand coalition pasca pemilu memang mampu menciptakan stabilitas politik, namun tetap harus diawasi agar tidak melemahkan fungsi oposisi dan mekanisme checks and balances dalam demokrasi.

“Demokrasi bukan sekadar soal memilih pemimpin, tetapi bagaimana kekuasaan dijalankan, dikontrol, dan dipertanggungjawabkan kepada rakyat,” ujarnya.

Baca Juga: Unesa Jaring Bibit Atlet Futsal di Surabaya, Usung Tema Fight For Pride

Ia juga menyoroti arah ekonomi politik nasional melalui hilirisasi industri, pembangunan IKN, serta penguatan kedaulatan pangan dan energi. Menurutnya, industrialisasi Indonesia harus dibangun tidak hanya untuk mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan memperkuat kemandirian teknologi nasional.

Pada aspek geopolitik, Ken Bimo menilai Indonesia saat ini menerapkan strategi hedging melalui politik luar negeri bebas aktif di tengah rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok.

Baca Juga: Incar Suara Pemilih Pemula, PDIP Jember Lantik Ratusan Pengurus PAC Milenial

“Posisi Indonesia sebagai bridge builder menjadi modal penting untuk memperkuat pengaruh diplomasi Indonesia di tingkat global,” katanya.

Forum berlangsung dinamis dengan partisipasi mahasiswa, praktisi dan akademisi yang membahas masa depan demokrasi Indonesia di tengah perubahan ekonomi dan geopolitik global.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.