Kamis, 18 Jun 2026 01:10 WIB

Jelang Idul Adha, Disnakeswan Tulungagung Perketat Pengawasan Lalu Lintas Ternak

  • Penulis : Bramanta
  • | Sabtu, 09 Mei 2026 09:15 WIB
Petugas memeriksa kondisi kesehatan hewan ternak di Tulungagung. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)
Petugas memeriksa kondisi kesehatan hewan ternak di Tulungagung. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Tulungagung melakukan pemantauan lalu lintas hewan ternak di Pasar Hewan Terpadu (PHT) jelang Idul Adha 2026. Hal ini dilakukan untuk memastikan hewan ternak yang masuk ke PHT dalam kondisi sehat.

Kabid Kesehatan Hewan Disnakeswan Tulungagung, Tutus Sumaryani mengatakan, pemantauan lalu lintas hewan ternak dilakukan sejak satu bulan terakhir. Pemantuan dilakukan seluruh pasar hewan di Tulungagung.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Selama kami melakukan pemantauan tidak menemukan hewan ternak sapi dan kambing yang bergejala sakit," ujarnya, Sabtu (9/5/2026).

Pemantauan lalu lintas hewan ternak bertujuan untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau Lumpy Skin Disease (LSD) pada hewan ternak. Sehingga hewan ternak yang dijual dalam kondisi sehat dan layak menjadi hewan kurban.

"Kasus PMK di Tulungagung sudah terkendali. Biasanya temuan itu berasal dari hewan luar kota yang masuk ke Tulungagung," terangnya.

Setiap hewan ternak yang berasal dari luar kota wajib sudah mendapat vaksinasi. Disisi lain, Disnakeswan Tulungagung juga menggencarkan kembali vaksinasi hewan ternak jelang Idul Adha 2026.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Kami sudah mendapat 23 ribu dosis vaksin PMK. Saat ini kami terus melakukan vaksinasi kepada hewan ternak untuk mencegah penularan PMK," jelasnya.

Tutus mengungkapkan, beberapa takmir masjid bahkan meminta bukti Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang diterbitkan oleh Puskeswan. Sehingga hewan kurban yang diserahkan kepada masjid dapat dipastikan kesehatannya.

"Syarat SKKH dapat memberikan kepastian bahwa hewan ternak dalam kondisi sehat," paparnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

SKKH sebenarnya telah menjadi standar operasional prosedur (SOP) penyembelihan hewan kurban. Kebijakan sudah berlaku sejak marak kasus PMK di Tulungagung.

"Sejak ada PMK, sudah menjadi SOP hewan ternak yang akan dikurbankan mendapat SKKH. Jadi setiap takmir masjid biasanya meminta persyaratan SKKH," pungkasnya.

 

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.