Komisi VIII DPR RI Cek Stok dan Pengelolaan Beras di Gudag Bulog Kediri
- Penulis : Yanuar D
- | Rabu, 06 Mei 2026 16:45 WIB
jatimnow.com - Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi Gerindra, Endro Hermono, melakukan kunjungan kerja ke Gudang Bulog Kediri, Rabu (6/5/2026). Dalam kunjungan itu, Endro mengapresiasi pengelolaan stok serta strategi distribusi yang dinilai semakin baik.
Endro menyampaikan bahwa kondisi stok beras di Kediri maupun secara nasional berada dalam kondisi yang sangat aman, bahkan melebihi kebutuhan normal. Ia menilai Bulog tidak hanya fokus pada penyerapan hasil panen petani, tetapi juga telah memikirkan sistem distribusi dan penyimpanan agar kualitas beras tetap terjaga.
Baca Juga: 1.104 Warga Begadung Nganjuk Terima Bantuan Pangan, Bulog Pastikan Kualitasnya
“Tidak hanya stok yang lebih, tetapi juga sudah dipikirkan bagaimana penyaluran ke depan agar sirkulasi berjalan baik. Ini penting karena beras kalau salah penanganan, dalam tiga bulan kualitasnya bisa menurun,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya efisiensi pengelolaan anggaran dan manajemen penyimpanan, termasuk langkah-langkah teknis yang dilakukan untuk menjaga mutu beras. Menurutnya, hal tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Terkait potensi ancaman seperti El Nino, Endro menilai Indonesia dalam kondisi cukup aman. Dengan stok nasional mencapai sekitar 5 juta ton dan konsumsi bulanan sekitar 2 juta ton, cadangan dinilai mampu mencukupi kebutuhan lebih dari dua bulan ke depan. Sementara di Kediri, stok bahkan disebut bisa mencukupi hingga satu tahun.
Sementara itu, Kepala Bulog Cabang Kediri (Kabulog) Harisun menjelaskan bahwa saat ini stok beras di wilayahnya mencapai sekitar 88.000 ton. Jumlah tersebut setara dengan kebutuhan hingga 12 bulan ke depan.
“Stok kami sangat aman. Bahkan kami masih terus menyerap gabah dan beras dari petani, sehingga jumlahnya akan terus bertambah,” jelasnya.
Untuk menampung lonjakan stok, Bulog Kediri telah menyewa sekitar 12 gudang tambahan dengan kapasitas sekitar 23.000 ton, yang tersebar di wilayah Kediri dan Nganjuk.
Baca Juga: Bulog Kediri Percepat Penyaluran Bantuan Pangan di Kabupaten Kediri dan Nganjuk
Dalam menjaga kualitas beras, Bulog menerapkan perawatan rutin seperti penyemprotan (spraying) setiap bulan dan fumigasi setiap tiga bulan atau sesuai kebutuhan. Proses fumigasi dilakukan dengan metode penyungkupan beras menggunakan plastik dan pemberian zat khusus untuk mencegah hama.
Selain beras, Bulog Kediri juga mencatat stok jagung mencapai 8.500 ton. Namun, stok tersebut diperkirakan segera tersalurkan karena tingginya permintaan, terutama dari sektor peternakan.
Penyaluran komoditas, baik beras maupun jagung, dilakukan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berdasarkan data penerima yang telah diverifikasi oleh pemerintah pusat.
Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI
Editor : Yanuar D