Jumat, 19 Jun 2026 02:38 WIB

DPRD Jember Soroti Potensi Konflik Pilkades 2027, Politik Uang Jadi Pemicu Utama

  • Penulis : Yanuar D
  • | Selasa, 05 Mei 2026 21:20 WIB
Ketua Komisi A DPRD Jember, Budi Wicaksono. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Ketua Komisi A DPRD Jember, Budi Wicaksono. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Komisi A DPRD Jember menyoroti potensi kerawanan konflik dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2027. Salah satu faktor utama yang dinilai memicu konflik adalah praktik money politic.

Diketahui, sebanyak 161 desa di Kabupaten Jember akan menggelar Pilkades pada tahun mendatang. Pemerintah Kabupaten Jember pun akan membentuk panitia Pilkades di tingkat kabupaten untuk mendukung pelaksanaan tersebut.

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Ketua Komisi A DPRD Jember, Budi Wicaksono, menyampaikan hal itu saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jember, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, potensi konflik tidak semata-mata dilihat dari kejadian sebelumnya, melainkan dipicu oleh praktik money politic yang kerap terjadi dalam kontestasi Pilkades.

“Kerawanan konflik bukan diukur dari kejadian sebelumnya. Dari telaah saya, konflik biasanya muncul saat praktik money politik terjadi. Jika skalanya sudah besar, itu sangat berbahaya,” ujarnya.

Budi juga menyoroti potensi keberpihakan dalam pembentukan panitia Pilkades. Ia menilai, calon kepala desa petahana (incumbent) berpeluang mengondisikan pengisian anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) hingga panitia Pilkades.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat memicu konflik karena adanya kepentingan dari pihak tertentu.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Jember Capai 6,35 Persen, Tertinggi di Kawasan Sekar Kijang

“Panitia yang diisi oleh orang-orang dekat calon petahana sangat rawan menimbulkan konflik. Ini perlu menjadi perhatian dalam pemetaan potensi kerawanan,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menilai calon kepala desa dengan kekuatan modal besar berpotensi memperparah persaingan tidak sehat. Praktik saling “adu uang” antar kandidat dinilai menjadi salah satu sumber gesekan di masyarakat.

“Sering terjadi, jika satu calon memberi Rp50 ribu, calon lain yang memiliki modal lebih besar akan memberi lebih dari itu. Ini yang memicu konflik,” tambahnya.

Oleh karena itu, Komisi A DPRD Jember meminta DPMD untuk melakukan pemetaan terhadap calon-calon kepala desa yang dinilai potensial, termasuk dari sisi kekuatan modal dan pengaruhnya di masyarakat.

Baca Juga: Petani Sekti Ngadu ke DPRD Jember, Desak GTRA Selesaikan Persoalan

Budi menegaskan, Pilkades yang sehat seharusnya berjalan secara demokratis berdasarkan pilihan hati nurani masyarakat, bukan karena pengaruh uang.

“Saya minta calon-calon potensial dipetakan di setiap kecamatan. Jika ingin demokrasi berjalan dengan baik, harus berdasarkan pilihan rakyat yang murni,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyarankan agar proses pengisian anggota BPD dan panitia Pilkades dilakukan secara tertib dan transparan secara administratif guna mencegah potensi konflik di kemudian hari.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.