Harga BBM Naik, Perbaikan Infrastruktur Triwulan Kedua di Tulungagung Terancam
- Penulis : Bramanta
- | Selasa, 28 Apr 2026 12:18 WIB
jatimnow.com - Pembangunan jalan di Tulungagung tersendat pada triwulan kedua. Akibatnya belasan ruas jalan yang diperbaiki mengalami kemoloran akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan belum ada intruksi dari pimpinan.
Plt Kabid Bina Marga Dinas PUPR Tulungagung, Ahmad Rifai Sodik, tahun 2026 alokasi anggaran perbaikan infrastruktur di Tulungagung mencapai Rp320 miliar. Penggunaan anggaran akan dibagi dalam empat triwulan.
Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Pada triwulan pertama, anggaran yang digelontokan mencapai Rp80 miliar untuk perbaikan 10 ruas jalan di Tulungagung. Saat ini perbaikan sudah mencapai progres 50 persen.
"Dari anggaran Rp80 miliar pada triwulan pertama, baru diserap 50 persen," ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Namun pada triwulan kedua, proses perbaikan jalan ternyata tidak sesuai rencana Dinas PUPR Tulungagung. Hal itu disebabkan karena terjadi eskalasi kenaikan harga BBM dunia. Sehingga harus membuat perencanaan ulang untuk perbaikan jalan.
"Kami masih menunggu intruksi dari pimpinan. Saat ini kami juga belum melakukan proses lelang untuk perbaikan infrastruktur pada triwulan kedua," terangnya.
Total ada 12 hingga 15 infrastruktur yang tergantung. Padahal pada rencana awal, belasan infrastruktur tersebut sudah dikerjakan dengan anggaran Rp80 miliar.
Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor
"Di triwulan kedua ini, kami pesimis tidak bisa mencapai target," jelasnya.
Beberapa perbaikan infrastruktur yang tersendat diantaranya, ruas jalan Jabalsari, Loderesan, Karangsono, Tenggong, Panjer, Kaligento dan jembatan Junjung serta Pakel. Hingga kini Dinas PUPR Tulungagung masih menunggu kepastian intruksi dari pimpinan untuk memulai proses lelang.
"Kalau perbaikan infrastruktur di triwulan kedua tersendat tidak sesuai target, maka kami akan memaksimalkan dan menambah penyelesaian perbiakan infrastruktur di triwulan ketiga," paparnya.
Sodik mengaku, dengan kenaikan harga BBM otomatis berdampak pada target perbaikan panjang jalan di Tulungagung. Semula target jalan diperbaiki sepanjang 90 kilometer, mungkin akan berkurang 30 persen.
Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia
"Secara hitungan kasar, target perbaikan jalan awalnya 90 kilometer bisa berkurang hingga 30 persen," ungkapnya.
Dengan hambatan yang dihadapi Dinas PUPR Tulungagung, pihaknya tetap berupaya bisa menaikan angka kemantapan jalan. Mengingat kemantapan jalan di Tulungagung masih 64 persen.
"Tahun ini target kemantapan jalan di Tulungagung bisa mendekati angka 70 persen," pungkasnya.
Editor : Bramanta