Jumat, 19 Jun 2026 09:35 WIB

Dinkes Kota Kediri Beri Pembinaan Kesehatan untuk Calon Jamaah Haji

  • Penulis : Yanuar D
  • | Senin, 27 Apr 2026 15:15 WIB
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat memberikan pembekalan kesehatan untuk jamaah haji. (Istimewa)
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat memberikan pembekalan kesehatan untuk jamaah haji. (Istimewa)

jatimnow.com - Dinas Kesehatan Kota Kediri memberikan peminaan kesehatan untuk calon jamaah haji jelang keberangkatan mereka ke Tanah Suci, Senin (27/4/2026). Acara di Hotel Lotus Garden ini dibuka langsung oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati.

Bagi Mbak Vinanda, ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tapi juga spiritual yang membutuhkan kesiapan mental, lahir dan batin. Oleh karena itu, penting untuk para calon jamaah untuk disiplin menjaga kesehatan, menjaga pola makan, serta terus berkoordinasi dengan petugas haji selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Baca Juga: Jelang Suroan, Mbak Vinanda Minta Satpol PP Berantas Peredaran Miras di Kota Kediri

"Jangan sampai nanti kita berangkat 281 orang, pulangnya ternyata berkurang. Harapannya kita semua saling menjaga dan tetap disiplin di sana, karena kita juga membawa nama baik bangsa Indonesia dan Kota Kediri,” ujarnya.

Menurut Mbak Vinanda, Pemerintah Kota Kediri telah menyiapkan pendampingan bagi para calon jemaah haji, dengan lima petugas haji yang akan mendampingi, terdiri dari dua dokter, satu perawat, serta petugas pendamping lainnya termasuk Gus Soleh dan Gus Anang yang akan membantu dalam pendampingan ibadah maupun aturan keagamaan selama di Tanah Suci.

Berdasarkan laporan medis dari Dinas Kesehatan Kota Kediri, terdapat 158 jamaah yang masuk dalam kategori risiko kesehatan, baik ringan, sedang, maupun berat, dengan dominasi penyakit hipertensi. Kondisi ini menjadi perhatian serius bersama sehingga pembinaan kesehatan menjadi sangat penting agar para jamaah dapat menjaga kondisi tubuh sejak sebelum keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air.

“Untuk itu, saya mengajak semuanya untuk disiplin menerapkan pola hidup sehat mulai sekarang. Atur asupan makanan, cukup istirahat, menjaga kebugaran fisik dengan berolahraga, serta rutin mengonsumsi obat bagi yang memiliki penyakit penyerta. Jika mengalami gejala sekecil apa pun, segera laporkan kepada petugas kesehatan agar dapat ditangani sejak dini,” tegasnya.

Baca Juga: Wali Kota Kediri Dorong Data Akurat untuk Pembangunan dalam Sensus Ekonomi 2026

Selain itu, Wali Kota termuda ini juga mengingatkan agar seluruh calon jamaah memastikan vaksinasi wajib telah lengkap paling lambat 10 hari sebelum masuk embarkasi, selalu mematuhi arahan petugas, tetap tenang dan senang selama menjalankan seluruh tahapan ibadah, serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum tentu benar.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, Hamida, menambahkan bahwa bagi jamaah dengan kategori risiko tinggi, petugas akan memberikan tanda khusus berupa gelang dan melakukan pengawasan ekstra ketat. Mengingat cuaca dan aktivitas fisik yang berat di Tanah Suci, para jemaah, terutama lansia, diimbau untuk tidak memaksakan diri dan terus menghidrasi tubuh dengan banyak minum air putih.

Hamida mengingatkan agar jamaah selalu membawa obat-obatan pribadi dan mematuhi pola diet yang telah ditentukan tim medis agar tidak mengalami dehidrasi atau kelelahan ekstrem yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah.

Baca Juga: DLHKP Kota Kediri Cek Armada Operasional, Pastikan Layanan Tetap Optimal

"Jangan sampai dehidrasi dan kelelahan, terutama orang tua. Disana itu ibadahnya fisik, kelelahan itu pasti, tetapi jangan terlalu diforsir, tetap disesuaikan dengan kemampuan masing-masing," pesannya.

Hadir dalam pembekalan ini, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkot Kediri Yono Heryadi, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Kediri Basarudin, tenaga kesehatan haji kloter (TKHK), Petugas Haji Daerah (PHD), serta para calon jamaah haji Kota Kediri.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.