Rabu, 17 Jun 2026 05:36 WIB

DPRD Fasilitasi Mediasi Warga Buntut Perluasan RS Soewandhi

Ketua Komisi D DPRD Surabaya dr Akmarawita Kadir (foto: Ni'am/jatimnow.com)
Ketua Komisi D DPRD Surabaya dr Akmarawita Kadir (foto: Ni'am/jatimnow.com)

jatimnow.com - Rencana pengembangan layanan di RSUD Dr. Soewandhie kembali menjadi pembahasan dalam hearing antara warga dan Pemerintah Kota Surabaya, Rabu (22/04/2026). 

Hearing ini digelar menyusul adanya keberatan dari salah satu warga terkait rencana alih fungsi rumah tinggal untuk kebutuhan perluasan rumah sakit.

Baca Juga: Mencari Solusi Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut, DPRD Surabaya Minta Pemkot Hadir

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Akmarawita Kadir, menjelaskan bahwa permohonan Hearing diajukan oleh warga, salah satunya Lannie Tjandra yang rumahnya berada di sekitar area rumah sakit dan masuk dalam rencana pengembangan. 

Di sisi lain, pemerintah menegaskan bahwa perluasan tersebut merupakan kebutuhan mendesak.

Menurut Akmarawita, kondisi parkir di RSUD Dr. Soewandhie saat ini dinilai semrawut dan kerap menghambat akses keluar-masuk pasien. Kendaraan yang hendak menuju lobi sering terhalang akibat parkir yang tidak tertata.

Selain persoalan parkir, keterbatasan kapasitas tempat tidur khususnya untuk pasien kelas 3 juga menjadi perhatian serius. 

Tingginya antrean menyebabkan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) harus menunggu hingga ada ruang perawatan yang tersedia.

Pemerintah Kota Surabaya melalui perencanaan dari Bappeda telah menyiapkan solusi dengan memanfaatkan lahan berstatus Izin Pemakaian Tanah (IPT) milik pemkot. 

Lahan tersebut direncanakan untuk pembangunan area parkir di bagian bawah serta penambahan ruang perawatan di bagian atas.

“Dengan penambahan lahan ini, diharapkan antrean pasien bisa berkurang dan pelayanan menjadi lebih optimal,” ujar Akmarawita.

Terkait warga terdampak, Pemkot bersama DPRD menegaskan akan mengedepankan pendekatan humanis melalui skema “ganti untung”. 

Nilai kompensasi akan ditentukan berdasarkan appraisal sesuai kondisi terkini. Selain itu, warga akan diprioritaskan mendapatkan hunian pengganti melalui program perumahan pemerintah seperti YKP.

Baca Juga: DPRD Surabaya Dukung Penegakan Hukum Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 11

Tak hanya itu, pelaku UMKM di sekitar lokasi juga akan difasilitasi relokasi agar tetap dapat menjalankan usahanya. Dari data sementara, terdapat sekitar empat hingga lima rumah yang masuk dalam rencana pengembangan, dengan dua di antaranya masih dalam proses penanganan karena adanya keberatan.

Untuk mendukung proses tersebut, Pemkot telah menyiapkan anggaran sekitar Rp6 miliar untuk appraisal dan ganti rugi, dengan target pelaksanaan pada 2026. Diharapkan, akhir 2026 atau awal 2027, area parkir baru sudah dapat difungsikan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama RSUD Dr. Soewandhie, Dr Billy, menegaskan bahwa kebutuhan lahan semakin mendesak seiring meningkatnya jumlah kunjungan pasien. Lonjakan tersebut berdampak pada kepadatan layanan, terutama di IGD.

“Dengan tambahan lahan, kita bisa menambah tempat tidur sekaligus menyediakan parkir yang memadai, sehingga tidak ada lagi parkir di badan jalan,” ujarnya.

Saat ini, kebutuhan lahan diperkirakan mencapai sekitar 1.000 meter persegi, namun baru sekitar 500 meter persegi yang tersedia. Salah satu bidang tanah yang tengah dibahas memiliki luas sekitar 240 meter persegi dan berada di depan area rumah sakit.

Dari sisi layanan, tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupation Rate/BOR) telah mencapai 86–89 persen, melampaui standar ideal 75–85 persen. Untuk menurunkan angka tersebut, rumah sakit diproyeksikan perlu menambah sekitar 20 persen kapasitas tempat tidur, atau sekitar 40 hingga 80 unit dari total 400 tempat tidur yang ada saat ini.

Baca Juga: Catatan Kritis DPRD Surabaya di Moment HJKS ke 733

Namun demikian, rencana tersebut juga menuai penolakan dari warga terdampak. Lannie Tjandra menyampaikan keberatannya jika harus direlokasi ke lokasi yang jauh dari tempat tinggalnya di kawasan Tambak Bening.

“Kalau harus pindah jauh, saya tidak sanggup. Tapi kalau dekat-dekat sini, mungkin masih bisa dipertimbangkan,” ungkapnya.

Ia juga berharap pemerintah dapat mempertimbangkan alternatif lain tanpa harus mengalihfungsikan rumahnya, termasuk opsi pemanfaatan lahan lain di sekitar lokasi.

Menanggapi hal tersebut, pemerintah menyatakan akan menampung seluruh aspirasi warga dan membuka ruang dialog guna mencari solusi terbaik.

Hearing ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Surabaya untuk memastikan pengembangan RSUD Dr. Soewandhie tetap memperhatikan aspek sosial, sekaligus menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat yang terus meningkat.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.