Kamis, 18 Jun 2026 04:58 WIB

Jambore Nasional Bersih Masjid di Tulungagung Diikuti Ratusan Relawan

  • Penulis : Bramanta
  • | Senin, 27 Apr 2026 10:10 WIB
Relawan peserta jambore nasional bersih masjid di Tulungagung. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)
Relawan peserta jambore nasional bersih masjid di Tulungagung. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan relawan dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Jambore Nasional Bersih Masjid ke-3 di Tulungagung. Kegiatan yang diinisiasi komunitas Resik-Resik Masjid (RRM) ini tidak hanya berfokus pada aksi kebersihan, tetapi juga mengusung misi mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat peradaban umat yang nyaman dan representatif.

Jambore ini dipusatkan di Masjid Al Fattah dan dirangkai dengan aksi bersih-bersih di lima masjid yang telah disurvei sebelumnya, di antaranya Masjid Al Huda dan Masjid At Taqwa Kepatihan.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Penggerak kegiatan, Ferdi, mengatakan gerakan ini berawal dari inisiatif komunitas yang bergerak secara mandiri di berbagai daerah, kemudian disatukan dalam jambore tingkat nasional untuk memperluas dampak sosial.

“Membersihkan masjid bukan hanya soal fisik, tetapi juga bagian dari membangun kesadaran dan melahirkan generasi yang lebih baik,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).

Ferdi menambahkan, jumlah peserta terus meningkat. Jika jambore perdana di Bali diikuti 350 relawan, tahun ini jumlahnya mencapai 500-an orang yang datang dari berbagai daerah, mulai Aceh hingga Jawa Timur. Pemilihan Tulungagung sebagai tuan rumah sejalan dengan visi Masjid Al Fattah yang dikembangkan sebagai masjid ramah musafir.

"Kami melihat Masjid Al Fattah punya semangat yang sama, ingin berkembang menjadi masjid yang ramah dan terbuka untuk semua. Ini selaras dengan gerakan kami," ungkapnya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Ferdi juga menyebut, masjid-masjid yang menjadi lokasi jambore umumnya sudah memiliki takmir yang aktif. Hal ini justru dimaksudkan sebagai contoh agar bisa menularkan semangat ke masjid lain yang mungkin belum terawat dengan baik.

“Harapannya, semangat ini bisa menyebar. Dari masjid yang sudah aktif ke masjid lain, sehingga semua punya kepedulian yang sama,” tuturnya.

Sementara itu, Ustaz Dery Sulaiman yang hadir sebagai penceramah turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai gerakan ini sebagai bentuk nyata kepedulian umat terhadap rumah ibadah. Ustaz Dery juga mengingatkan kepada seluruh peserta untuk terus menjaga kepedulian terhadap masjid, sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

“Tidak harus besar, yang penting ada kepedulian. Mulai dari hal kecil, itu sudah sangat berarti untuk memakmurkan masjid,” pungkasnya.

 

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.