Jumat, 19 Jun 2026 17:41 WIB

Jember Siaga Darurat Kekeringan 2026, Puncak Kemarau Diprediksi Agustus

  • Penulis : Yanuar D
  • | Minggu, 26 Apr 2026 18:15 WIB
Apel Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional. (Foto: Diskominfo Jember/jatimnow.com)
Apel Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional. (Foto: Diskominfo Jember/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten Jember resmi menetapkan status siaga darurat kekeringan untuk tahun 2026. Keputusan ini diambil berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mengindikasikan potensi kemarau panjang dan ekstrem, dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edy Budi Susilo, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Kepala BNPB Pusat. Pernyataan tersebut disampaikan usai Apel Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional di PPG Sidomulyo, Kecamatan Silo.

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

“Mulai akhir April hingga puncaknya di bulan Agustus, diprediksi akan terjadi bencana kekeringan yang cukup panjang dan ekstrem. Oleh karena itu, seluruh komponen di Kabupaten Jember sudah menyatakan siaga,” kata Edy, Minggu (26/4/2026).

Selain fokus pada penyediaan air bersih, BPBD Jember juga meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Untuk itu, koordinasi intensif telah dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk Perhutani, BKSDA, Dinas Kehutanan Jawa Timur, jajaran Forkopimda, serta relawan dan stakeholder hingga tingkat desa.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Jember Capai 6,35 Persen, Tertinggi di Kawasan Sekar Kijang

Edy juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan lereng gunung dan perbatasan hutan, agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Langkah ini penting untuk mencegah potensi kebakaran yang dapat meluas dan merusak lingkungan.

Sebagai upaya mitigasi, BPBD telah menyiapkan sejumlah posko siaga untuk mengantisipasi dampak kekeringan. Di samping itu, Edy juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk para alim ulama, untuk turut berdoa.

Baca Juga: Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis

“Segala ikhtiar telah kita lakukan melalui simulasi dan koordinasi lintas sektor. Namun, kami juga memohon doa dari seluruh masyarakat agar Kabupaten Jember dijauhkan dari segala marabahaya dan bencana kekeringan tahun ini,” tandasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.