Kamis, 18 Jun 2026 09:39 WIB

Hadiri Ulur-Ulur, Plt Bupati Tulungagung Harap Bisa Menjadi Destinasi Wisata

  • Penulis : Bramanta
  • | Sabtu, 25 Apr 2026 10:10 WIB
Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin saat menghadiri upacara tradisi Ulur-Ulur. (Foto: Prokopim for jatimnow.com)
Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin saat menghadiri upacara tradisi Ulur-Ulur. (Foto: Prokopim for jatimnow.com)

jatimnow.com - Masyarakat empat desa di Kecamatan Campurdarat, Tulungagung menggelar tradisi Ulur-Ulur di Telaga Buret. Tradisi tersebut merupakan warisan leluhur mereka dan menjadi salah satu upaya menjaga kelestarian sumber air dan hutan di Telaga Buret. Air di telaga tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga di Desa Sawo, Ngentrong, Gedangan dan Gamping.

Upacara ini diawali dengan arak arakan ratusan masyarakat, dengan membawa aneka sesajen yang diletakkan dalam tandu. Mereka kemudian meletakan sesajen di depan dua arca yang merupakan perwujudan dari Dewi Sri dan Joko Sedono. Kedua arca ini dipercaya sebagai simbol kemakmuran petani. Arca tersebut kemudian dimandikan dan diberi hiasan berupa mahkota dari janur, serta kalung ronce bunga melati. Beberapa perwakilan kemudian menaburkan bunga di atas telaga.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin yang hadir menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang terus konsisten menjaga warisan leluhur ini. Menurutnya ​tradisi ini bukan sekadar ritual seremonial, melainkan bentuk rasa syukur atas keberadaan sumber air di Telaga Buret. Air dari telaga ini menjadi sumber penghidupan bagi warga dan petani sehingga mereka tidak khawatir dengan ancaman kekeringan.

​”Air Telaga Buret sangat bermanfaat untuk mengairi persawahan di Desa Sawo, Gedangan, Ngentrong, dan Gamping, sehingga petani mendapatkan hasil panen yang baik,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

​Baharudin menekankan bahwa tradisi yang telah berlangsung selama puluhan tahun ini merupakan kearifan lokal yang harus dijaga dan dilestarikan fungsinya demi kesejahteraan masyarakat. Pihaknya menaruh harapan besar agar Telaga Buret dan tradisi Ulur-Ulur dapat berkembang lebih jauh.

​”Saya harapkan Telaga Buret dan Tradisi Ulur-ulur lebih berdaya guna menjadi salah satu destinasi wisata alam dan wisata budaya di Kabupaten Tulungagung, sehingga lebih dikenal baik di tingkat kabupaten maupun nasional,” tuturnya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Sementara itu salah satu tokoh masyarakat setempat, Pamuji, menjelaskan bahwa tradisi Ulur-Ulur telah ada sejak zaman nenek moyang dan terus dilestarikan hingga kini. Istilah “ulur-ulur” sendiri memiliki makna memberi atau mengasihi, yang diwujudkan melalui tradisi membawa makanan sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi yang melimpah.

“Ini upacara adat sejak nenek moyang dulu, Mas. Diadakan sebagai tanda bersyukur atas air yang keluar dari telaga ini, yang mengalir ke sawah dan membantu masyarakat menggarap lahan hingga menghasilkan tanaman,” ungkapnya.

Manfaat air dari Telaga Buret tidak hanya dirasakan oleh para petani, tetapi juga pelaku usaha di sekitar wilayah tersebut.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

“Yang menggunakan air ini bukan petani saja, pengusaha pun juga memanfaatkan air dari telaga ini. Ada empat desa yang bergantung, yaitu Ngentrong, Sawo, Gedangan, dan Gamping,” pungkasnya.

 

 

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.