Selasa, 16 Jun 2026 18:31 WIB

Mahasiswa Tulungagung Segel Ruang Aspirasi DPRD, Ini Penyebabnya

  • Penulis : Bramanta
  • | Kamis, 23 Apr 2026 09:05 WIB
Mahasiswa UIN SATU Tulungagung segel ruang aspirasi DPRD. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)
Mahasiswa UIN SATU Tulungagung segel ruang aspirasi DPRD. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan mahasiswa hukum UIN Sayyid Ali Rahmatullah (SATU) menyegel ruang aspiradi di gedung DPRD Tulungagung. Aksi dilakukan sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap anggota DPRD Tulungagung yang tidak berada di kantor. Seluruh anggota DPRD dikabakarkan sedang mengikuti rapat pembahasan naskah akademik di Malang.

Ketua DEMA FASIH UIN SATU Tulungagung, Aji Dwi Laksono mengatakan, aksi penyegelan ruang aspirasi DPRD Tulungagung merupakan bentuk kekecewaan terhadap anggota dewan sebagai wakil rakyat.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Ini bentuk kekecewaan kami kepada anggota DPRD Tulungagung," ujarnya, Rabu (22/4/2026)

Aksi ini bermula ketika DEMA FASIH UIN SATU Tulungagung berkirim surat audiensi kepada DPRD Tulungagung pada Jumat 17 April 2026. Audiensi dilakukan sebagai respon kasus OTT KPK terhadap Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.

"Kami ingin menyampaikan aspirasi terkait kondisi di Tulungagung. Khususnya, ingin meminta kejelasan fungsi DPRD Tulungagung sebagai lembaga pengawas," terangnya.

Mahasiswa mempertanyakan peran anggota DPRD Tulungagung sebagai lembaga pengawasan. Apakah fungsi DPRD tidak berjalan, sehingga kasus OTT KPK terjadi dua kali di Tulungagung.

"Kami ingin mempertanyakan peran DPRD dalam pengawasan. Kenapa di Tulungagung bisa terjadi OTT KPK dua kali. Bagaimana sebagai dewan bertugas mengawasi pemerintahan," jelasnya.

Setelah menyampaikan surat audiensi, DPRD Tulungagung telah menyanggupi untuk dilaksanakan pada Rabu 22 April 2026. Namun, audiensi tersebut dibatalkan sepihak, dengan alasan semua anggota DPRD Tulungagung sedang melaksanakan perjalanan dinas keluar kota.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Baru tadi sekitar pukul 08.30 WIB kami dapat pemberitahuan seluruh anggota DPRD Tulungagung keluar kota untuk membahas naskah akademik," paparnya.

Seharusnya ada anggota DPRD Tulungagung yang ditugaskan untuk menerima aspirasi masyarakat. Bukan malah semua perjalanan keluar kota semua.

"Harusnya ada perwakilan dari DPRD yang bisa menerima aspirasi masyarakat. Tapi hari ini tidak ada sama sekali," ungkapnya.

Aji menambahkan, mahasiswa menuntut agar DPRD Tulungagung memberikan klarifikasi. Selama belum ada klarifikasi, maka ruang aspirasi DPRD Tulungagung tetap disegel.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Kami segel sampai DPRD melakukan klarifikasi," tegasnya.

Sementara itu, Kasubag TU DPRD Tulungagung, Sunu Wijayanto menjelaskan, DPRD Tulungagung tidak menolak aspirasi dari mahasiswa. Namun, karena semua anggota DPRD melakukan perjalanan dinas ke Malang, jadi agenda audiensi dijadwal ulang.

"Bukan menolak, cuman kami agendakan ulang. Nanti kalau sudah ada jawaban dari pimpinan, kami akan udang lagi mahasiswa," pungkasnya.

 

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.