Antisipasi Kecurangan UTBK di UB, Peserta Dicek Behel Gigi hingga Kancing Baju
- Penulis : Avirista Midaada
- | Selasa, 21 Apr 2026 16:17 WIB
jatimnow.com – Universitas Brawijaya (UB) resmi menggelar Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) mulai hari ini, Selasa (21/4/2026). Diikuti oleh 16.225 peserta, panitia kampus menerapkan sistem pengamanan dan screening super ketat untuk menutup rapat segala celah praktik joki dan kecurangan digital.
Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Imam Santoso, menyebutkan bahwa penyelenggaraan UTBK tahun ini akan berlangsung hingga 30 April 2026. Sebanyak 1.540 unit komputer yang tersebar di 67 lokasi ruangan fakultas telah disiapkan dengan matang.
Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar
Pada hari pertama, antusiasme dan disiplin peserta tergolong sangat baik. "Di sesi pertama hari pertama, peserta yang tidak hadir 40 peserta, artinya kehadiran peserta 97 persen," ujar Prof. Imam saat konferensi pers di Lobi Rektorat UB, Selasa (21/4/2026).
Untuk menjamin kelancaran dan integritas ujian, panitia lokal UB memberlakukan sterilisasi ruangan sejak H-1. Di lapangan, peserta wajib melewati pemeriksaan menggunakan detektor logam (metal detector) serta penggeledahan fisik menyeluruh.
Pengawasan ini dilakukan sangat mendetail. Bahkan, peserta yang menggunakan kawat gigi (behel) pun tak luput dari pantauan ketat demi mengantisipasi adanya kamera mini yang disembunyikan. Hasilnya, pada sesi pertama tidak ditemukan adanya aktivitas mencurigakan.
Baca Juga: Mahasiswa Universitas Brawijaya Tolak Kampus Kelola SPPG, Rektorat Bungkam
Tidak hanya pengamanan fisik, infrastruktur jaringan juga diperketat."Panitia pusat sudah mengantisipasi secara nasional. Kita pastikan bahwa jaringan tidak bisa diakses dari luar negeri seperti kasus-kasus tahun-tahun sebelumnya secara nasional sehingga seluruh sistem itu tertutup untuk akses dari luar," jelasnya.
Direktur Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik UB, Dr. Rosihan Asmara, menegaskan bahwa seluruh pengawas ruangan telah dibekali prosedur pendeteksian alat curang canggih.
Fokus pengawasan menargetkan celah-celah yang sering dimanfaatkan sindikat, seperti penggunaan kamera tersembunyi di kancing baju serta penempelan micro earphone di telinga atau bagian tubuh lainnya, yang pernah ditemukan pada penyelenggaraan tahun-tahun lalu. Seluruh barang bawaan peserta juga diperiksa satu per satu sebelum masuk ke area ujian.
Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi
Pengawasan juga diberlakukan detail ke para peserta yang mengikuti UTBK, demi menghindari kecurangan - kecurangan klasik yang kerap muncul di setiap pelaksanaannya, salah satunya dengan penerapan pemeriksaan setiap barang bawaan yang dibawa masuk.
"Kita harus benar-benar bahwa yang ikut ujian adalah adik-adik kita yang benar-benar siap masuk ke perguruan tinggi, secara umum itu kecurangan secara klasik," pungkasnya.
Editor : Dadang Kurnia