Volume Bongkar Muat Timah di Tanjung Pandan Diproyeksi Tembus 13.000 Ton
- Penulis : Ali Masduki
- | Senin, 13 Apr 2026 23:08 WIB
jatimnow.com - Arus distribusi komoditas tambang di Kepulauan Bangka Belitung kian kencang. PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memproyeksikan volume bongkar muat bijih timah di Pelabuhan Tanjung Pandan bakal menembus angka 13.000 ton hingga penghujung tahun 2026.
Target ambisius tersebut muncul seiring tren kenaikan volume kargo yang konsisten dalam tiga tahun terakhir.
Baca Juga: Terminal Kijing Mempawah Mulai Operasikan Layanan Petikemas
Lonjakan ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data operasional perusahaan, arus logistik bijih timah di pelabuhan ini merangkak naik dari 3.293 ton pada 2023 menjadi 5.290 ton di tahun berikutnya.
Pada 2025, angka tersebut kembali melonjak ke level 8.558 ton. Kenaikan volume yang hampir mencapai dua kali lipat dalam setahun terakhir menandakan aktivitas hulu pertambangan di wilayah tersebut semakin bergeliat.
Untuk mengimbangi tren positif tersebut, anak usaha PT Pelindo (Persero) ini mempererat kemitraan strategis dengan PT Timah Tbk.
Sinergi kedua BUMN ini bertujuan memangkas rantai logistik agar distribusi komoditas strategis nasional ini menjadi lebih murah dan cepat sampai ke tangan pengguna akhir.
Baca Juga: PTP Nonpetikemas Tanjung Pandan Perkuat Distribusi Logistik Bangka Belitung
Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Pandan, Asep Mardiyana, menjelaskan bahwa realisasi pertumbuhan ini berakar pada perbaikan layanan operasional di lapangan.
Salah satu bukti kesiapan dermaga terlihat pada Kamis (9/4/2026), saat kapal Tongkang Priok yang ditarik Tugboat S26 sukses melakukan sandar di Dermaga 08 dengan muatan 450 ton bijih timah tanpa kendala teknis.
"Kami berupaya menjaga kualitas bongkar muat melalui perbaikan fasilitas dan penguatan standar keamanan kerja (HSSE). Kerja sama dengan PT Timah Tbk menjadi kunci agar seluruh rantai pasok lebih andal dan berkelanjutan," tutur Asep.
Baca Juga: Terminal Petikemas Surabaya Kembali Layani Ekspor Komponen Lokomotif INKA
PTP Nonpetikemas kini tidak sekadar menjadi operator pelabuhan multipurpose, namun bertransformasi menjadi simpul utama dalam rantai pasok tambang nasional.
Dengan infrastruktur yang semakin mumpuni, efisiensi di Pelabuhan Tanjung Pandan diharapkan mampu menekan biaya logistik yang selama ini menjadi tantangan di industri pertambangan.
Ke depan, perusahaan berencana mengintegrasikan layanan kepelabuhanan dengan sistem digital. Langkah ini diambil guna memastikan distribusi logistik nasional tetap lancar, yang pada akhirnya memberikan stimulus langsung bagi pertumbuhan ekonomi di daerah Bangka Belitung maupun skala nasional.
Editor : Ali Masduki