ITS Ciptakan Bensin Sawit Efisien, Solusi Cerdas Tekan Impor BBM Fosil
- Penulis : Ali Masduki
- | Selasa, 07 Apr 2026 22:13 WIB
jatimnow.com - Di tengah bayang-bayang krisis energi global akibat konflik Timur Tengah, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meluncurkan inovasi bensin sawit (Benwit) yang lebih efisien dan terukur.
Proyek strategis yang didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) ini digadang-gadang menjadi kunci bagi Indonesia untuk lepas dari belenggu ketergantungan bahan bakar fosil.
Baca Juga: 22 Lulusan SMA Santo Carolus Surabaya Berhasil Tembus PTN
Rektor ITS, Prof. Bambang Pramujati, menegaskan bahwa inovasi ini hadir di momentum yang tepat saat negara-negara ASEAN mulai goyah akibat fluktuasi harga minyak dunia.
Dengan status Indonesia sebagai produsen sawit terbesar, Benwit bukan sekadar alternatif, melainkan keharusan strategis.
"Ini peluang besar bagi pemerintah. Kita punya bahan bakunya, dan sekarang kita punya teknologinya untuk mengurangi beban impor BBM," ujar Bambang, Selasa (7/4).
Dr. Eng. Hosta Ardhyananta, ketua tim peneliti dari Departemen Teknik Material dan Metalurgi ITS, menjelaskan bahwa rahasia keunggulan Benwit mereka terletak pada rekayasa katalis.
Menggunakan metode catalytic cracking, tim ini berhasil memecah molekul berat Crude Palm Oil (CPO) menjadi fraksi hidrokarbon ringan setara bensin komersial.
Awalnya, proses ini membutuhkan suhu ekstrem hingga 420°C. Namun, melalui penggunaan katalis bimetalik berbasis nikel oksida (NiO) dan tembaga oksida (CuO), tim berhasil menurunkan suhu operasi menjadi hanya 380°C.
Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Aktivitas SPBU di Probolinggo Normal
"Lompatan teknis ini meningkatkan hasil produksi (rendemen) secara drastis dari 60 persen menjadi 83 persen. Artinya, proses ini jauh lebih efisien dan ekonomis untuk skala industri," ungkap Hosta.
Berbeda dengan riset serupa yang sering menyisakan limbah, inovasi ITS mengusung konsep zero emission.
Produk sampingan berupa gas dialirkan kembali untuk memanaskan reaktor, sementara residu cairnya tidak dibuang begitu saja.
"Residu cair yang dihasilkan memiliki karakteristik mirip minyak goreng bekas. Ini masih bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan bakar kompor, sehingga tidak ada yang terbuang," tambah pakar nanomaterial tersebut.
Baca Juga: Harga Pertamax Naik Tajam, Ojol hingga Mahasiswa di Kediri Kecewa
Keberhasilan riset yang didukung penuh oleh BPDPKS ini telah diuji coba pada mesin-mesin pertanian.
Hasilnya cukup memuaskan, petani kini memiliki harapan untuk tidak lagi bergantung sepenuhnya pada bensin bumi yang harganya kerap tak menentu.
Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS, Fadlilatul Taufany, menyatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan Kementerian ESDM. Targetnya jelas: menjadikan bensin sawit ITS sebagai proyek percontohan nasional.
"Kemandirian teknologi adalah harga mati. Kita tidak boleh terus bergantung pada mesin dan teknologi impor jika ingin benar-benar berdaulat secara energi," tegas Taufany optimistis.
Editor : Ali MasdukiURL : https://jatimnow.id/baca-83579-its-ciptakan-bensin-sawit-efisien-solusi-cerdas-tekan-impor-bbm-fosil