Selasa, 16 Jun 2026 22:44 WIB

Harga Pertamax Naik Tajam, Ojol hingga Mahasiswa di Kediri Kecewa

  • Penulis : Yanuar D
  • | Rabu, 10 Jun 2026 19:35 WIB
Suasana pengisian BBM di SPBU Joyoboyo Kota Kediri. (Foto: Nanik for jatimnow.com)
Suasana pengisian BBM di SPBU Joyoboyo Kota Kediri. (Foto: Nanik for jatimnow.com)

jatimnow.com - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax yang mulai berlaku pada Rabu (10/6/2026) mulai dirasakan masyarakat Kota Kediri. Kondisi ini terlihat dari berkurangnya antrean pengisian Pertamax di SPBU Joyoboyo dibandingkan antrean Pertalite yang tampak lebih ramai.

Salah satu warga terdampak adalah Ahmad (30), seorang pengemudi ojek online asal Mojoroto. Ia mengaku kini memilih menggunakan Pertalite karena selisih harga dengan Pertamax yang dinilai terlalu tinggi, sementara kebutuhan bahan bakarnya cukup besar untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Aktivitas SPBU di Probolinggo Normal

“Karena harganya lebih murah. Sayang mbak, karena bedanya terlalu jauh apalagi saya sebagai ojol, mobiltasnya tinggi,” ujarnya.

Berbeda dengan Ahmad, Rafi, mahasiswa Universitas Kadiri (UNIK), memilih tetap menggunakan Pertamax RON 92 meskipun harganya naik signifikan. Menurutnya, penggunaan BBM dengan kualitas yang sesuai penting untuk menjaga performa dan kondisi mesin sepeda motor yang masih tergolong baru.

“Motornya kan keluaran baru, jadi sayang kalau mau pakai Pertalite gitu. Kalau motor keluaran lama mungkin masih berani beli Pertalite. Biar mesinnya tetap terjaga,” katanya.

Meski tetap menggunakan Pertamax, Rafi mengaku kecewa dengan kebijakan kenaikan harga tersebut. Sebagai mahasiswa, ia merasa tambahan biaya yang harus dikeluarkan cukup membebani pengeluarannya.

Baca Juga: Long Weekend, Pertamina Tambah 955 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Jatim

“Sayang sih sebenarnya. Eh dikirain eh pemerintah akan tetap pertahankan harganya. Jadi sekarang kalau mau beli Pertamax, biasanya Rp20.000 jadi Rp25.000 gitu. Kan setiap 2-3 hari kan beli 20, 20, sekarang 25, 25. Ya jadi rugi Rp5.000 gitu, Mbak. Jadi sayang sih, Rp10.000 kan berharga buat mahasiswa seperti saya,” ungkapnya.

Saat ini, harga Pertamax (RON 92) ditetapkan sebesar Rp16.250 per liter atau naik Rp3.950 dari harga sebelumnya Rp12.300 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 kini dijual Rp17.000 per liter, meningkat Rp4.100 dari harga sebelumnya Rp12.900 per liter.

Menanggapi penyesuaian tersebut, Area Manager Comm, Rel. & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa perubahan harga BBM non-subsidi dilakukan sesuai regulasi yang berlaku. Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari tata kelola energi untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas pelayanan, serta kepastian pasokan energi bagi masyarakat.

Baca Juga: ITS Ciptakan Bensin Sawit Efisien, Solusi Cerdas Tekan Impor BBM Fosil

“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah. Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal,” jelasnya.

Kenaikan harga ini hanya berlaku untuk BBM non-subsidi, yakni Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95. Sementara itu, harga BBM bersubsidi tetap tidak berubah, dengan Pertalite berada di angka Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

 

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.