Warga di Lamongan Keluhkan Kebijakan Pembatasan pembelian BBM
- Penulis : Bramanta
- | Rabu, 01 Apr 2026 14:25 WIB
jatimnow.com - Kebijakan pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) pertalite dan solar yang dikeluarkan pemerintah banyak dikeluhkan oleh warga di Lamongan. Kebijakan yang diberlakukan mulai 1 April 2026 ini tentu memicu reaksi beragam dari pengguna kendaraan pribadi khususnya roda empat. Saat ini pembelian untuk kendaraan roda empat dibatasi maksimal 50 liter per hari.
Disisi lain, langkah ini diambil pemerintah sebagai upaya efisiensi energi nasional di tengah fluktuasi harga minyak global akibat konflik di Timur Tengah yang belum mereda.
Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian
Salah seorang warga Lamongan, Sarah mengaku regulasi kebijakan ini sangat membatasi mobilitas masyarakat, terutama bagi mereka yang masih bergantung sepenuhnya pada kendaraan berbahan bakar minyak.
"Regulasi ini sangat membatasi mobilitas kami. Karena belum menggunakan mobil listrik. Harapanya masih tetap sama memakai BBM tanpa ada batasan," ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Meski diumumkan berlaku hari ini, sejumlah SPBU masih belum memberlakukan pembatasan tersebut. Di SPBU Jetis misalnya pihak pengelola masih menerapkan aturan lama karena mengaku belum menerima intruksi tertulis terpusat untuk kebijakan pembatasan BBM.
Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Aktivitas SPBU di Probolinggo Normal
Kepala Shift SPBU Jetis, Andre Sujanto, menegaskan bahwa hingga saat ini operasional pengisian BBM masih mengikuti prosedur lama sembari menunggu arahan lebih lanjut.
"Kami belum menerima edaran fisik sebagai dasar hukum pelaksanaan pembatasan. Operasional masih normal seperti biasa, dan kami juga memastikan tidak ada kelangkaan BBM, hanya saja pengiriman BBM yang sedikit terlambat," kata Andre.
Baca Juga: Harga Pertamax Naik Tajam, Ojol hingga Mahasiswa di Kediri Kecewa
Lebih lanjut, Andre juga menepis isu kelangkaan stok yang sempat beredar di masyarakat. Ia menjamin keterlambatan yang terkadang terjadi hanya masalah jadwal pengiriman dari Pertamina, namun secara keseluruhan ketersediaan Pertalite maupun Solar tetap aman.
Masyarakat kini menanti kejelasan implementasi aturan tersebut dari otoritas terkait. Hal ini penting guna menghindari terjadinya panic buying di tingkat konsumen, mengingat aturan ini mulai disosialisasikan secara masif tepat pada hari ini.
Editor : BramantaURL : https://jatimnow.id/baca-83437-warga-di-lamongan-keluhkan-kebijakan-pembatasan-pembelian-bbm