Minggu, 21 Jun 2026 03:46 WIB

Warga di Lamongan Keluhkan Kebijakan Pembatasan pembelian BBM

  • Penulis : Bramanta
  • | Rabu, 01 Apr 2026 14:25 WIB
Kondisi SPBU Jetis Lamongan dipadati pembeli kendaraan pribadi. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Kondisi SPBU Jetis Lamongan dipadati pembeli kendaraan pribadi. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kebijakan pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) pertalite dan solar yang dikeluarkan pemerintah banyak dikeluhkan oleh warga di Lamongan. Kebijakan yang diberlakukan mulai 1 April 2026 ini tentu memicu reaksi beragam dari pengguna kendaraan pribadi khususnya roda empat. Saat ini pembelian untuk kendaraan roda empat dibatasi maksimal 50 liter per hari.

Disisi lain, langkah ini diambil pemerintah sebagai upaya efisiensi energi nasional di tengah fluktuasi harga minyak global akibat konflik di Timur Tengah yang belum mereda.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Salah seorang warga Lamongan, Sarah mengaku regulasi kebijakan ini sangat membatasi mobilitas masyarakat, terutama bagi mereka yang masih bergantung sepenuhnya pada kendaraan berbahan bakar minyak.

"Regulasi ini sangat membatasi mobilitas kami. Karena belum menggunakan mobil listrik. Harapanya masih tetap sama memakai BBM tanpa ada batasan," ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Meski diumumkan berlaku hari ini, sejumlah SPBU masih belum memberlakukan pembatasan tersebut. Di SPBU Jetis misalnya pihak pengelola masih menerapkan aturan lama karena mengaku belum menerima intruksi tertulis terpusat untuk kebijakan pembatasan BBM.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Aktivitas SPBU di Probolinggo Normal

Kepala Shift SPBU Jetis, Andre Sujanto, menegaskan bahwa hingga saat ini operasional pengisian BBM masih mengikuti prosedur lama sembari menunggu arahan lebih lanjut.

"Kami belum menerima edaran fisik sebagai dasar hukum pelaksanaan pembatasan. Operasional masih normal seperti biasa, dan kami juga memastikan tidak ada kelangkaan BBM, hanya saja pengiriman BBM yang sedikit terlambat," kata Andre.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik Tajam, Ojol hingga Mahasiswa di Kediri Kecewa

Lebih lanjut, Andre juga menepis isu kelangkaan stok yang sempat beredar di masyarakat. Ia menjamin keterlambatan yang terkadang terjadi hanya masalah jadwal pengiriman dari Pertamina, namun secara keseluruhan ketersediaan Pertalite maupun Solar tetap aman.

Masyarakat kini menanti kejelasan implementasi aturan tersebut dari otoritas terkait. Hal ini penting guna menghindari terjadinya panic buying di tingkat konsumen, mengingat aturan ini mulai disosialisasikan secara masif tepat pada hari ini.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.