Delapan SPPG di Tulungagung Berhenti Opersional Sementara Karena Hal Ini
- Penulis : Bramanta
- | Jumat, 27 Mar 2026 09:59 WIB
jatimnow.com - Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (Korwil BGN) Tulungagung menyatakan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diberhentikan sementara. Hal itu disebabkan karena dugaan kasus keracunan hingga tidak tersedianya pengawas gizi di SPPG tersebut.
Korwil BGN Tulungagung, Sebrina Mahardika mengatakan, saat ini jumlah SPPG yang telah beroperasi di Tulungagung mencapai 116 dapur. Namun terdapat delapan SPPG yang kini tengah mendapat sanksi dari BGN berupa berhenti operasional sementara.
Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
“Delapan SPPG yang disuspen disebabkan karena beberapa hal. Yakni satu SPPG tidak memiliki pengawas gizi, empat SPPG karena kasus menonjol dan tiga SPPG fasilitas belum memadai,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
SPPG tersebut sudah termasuk dapur yang dihentikan karena dugaan kasus keracunan menu MBG disejumlah sekolah Tulungagung beberapa bulan lalu. Namun Sebrina belum bisa memaparkan terkait hasil uji laboratorium dari sampel makanan yang diambil dari empat SPPG tersebut.
“Untuk hasil laboratorium saya belum bisa jelaskan. Tapi sudah saya laporkan ke BGN pusat,” terangnya.
Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor
Empat SPPG yang ditutup sementara karena dugaan keracunan diminta untuk melakukan evaluasi. Selain itu, juga harus melakukan perbaikan berdasarkan hasil rekomendasi dari Dinas Kesehatan Tulungagung.
“‘Mereka diminta untuk memperbaiki sesuai dengan hasil rekomendasi dinas kesehatan. Kami juga lakukan monitoring dan evaluasi secara berkala,” jelasnya.
Disisi lain, Korwil BGN Tulungagung juga membenarkan soal keluhan masyarakat tentang menu MBG. Kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan kualitas menu MBG.
Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia
“Pada tahun 2025 BGN memang fokus pada pertumbuhan kuantitas SPPG. Sedangkan pada tahun 2026 BGN lebih fokus pada kualitas menu, sarana prasarana dan kualitas SDM SPPG,” pungkasnya.
Editor : Bramanta