Selasa, 23 Jun 2026 14:09 WIB

Harga BBM Naik, Anggaran Operasional Bus Sekolah di Tulungagung Membengkak

  • Penulis : Bramanta
  • | Jumat, 19 Jun 2026 13:35 WIB
Kendaraan bus sekolah milik Pemkab Tulungagung. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)
Kendaraan bus sekolah milik Pemkab Tulungagung. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi mengakibatkan anggaran BBM untuk operasional Bus Sekolah di Tulungagung membengkak. Meski begitu Dishub Tulungagung memastikan layanan tersebut tetap akan beroperasi. Mereka akan melakukan koordinasi dengan Bappeda dan BPKAD untuk menambah anggaran BBM saat Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).

Kabid Angkutan dan Sarana Dishub Tulungagung, Oki Sakti Nugrahajati mengatakan, kenaikan harga BBM dipastikan tidak berdampak bagi pelayanan Bus Sekolah. Mengingat, Bus Sekolah merupakan program pemerintah dan wajib untuk tetap beroperasi memberikan layanan angkutan gratis bagi pelajar.

Baca Juga: Permudah Pengurusan e-KTP, Dispendukcapil Tulungagung Jemput Bola ke Sekolah

"Hanya saja ditengah kenaikan harga BBM non subsidi itu berimbas pada kebutuhan anggaran BBM untuk operasiobal Bus Sekolah," ujarnya, Jumat (19/6/2026).

Awalnya, anggaran BBM untuk operasional sembilan unit Bus Sekolah di Tulungagung hanya sebesar Rp300 juta per tahun. Namun dengan kenaikan harga BBM non subsidi, estimasi kebutuhan anggaran BBM untuk operasional Bus Sekolah menjadi Rp400 juta.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bappeda dan BPKAD Tulungagung terkait kebutuhan penambahan anggaran BBM untuk Bus Sekolah. Rencananaya, penambahan itu akan dipenuhi pada saat Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).

Baca Juga: Serapan Gabah Tinggi, Gudang Bulog Tulungagung Penuh

"Sesuai estimasi perhitungan kami, kebutuhan BBM untuk bus sekolah naik Rp100 juta per tahun," ungkapnya.

Penambahan anggaran itu, demi menjaga fasilitas pelayanan antar jemput bagi pelajar di Tulungagung tetap berjalan optimal. Selain itu, pihaknya juga terpaksa membatasi operasional Bus Sekolah yang hanya diprioritaskan untuk antar jemput pelajar saja.

Baca Juga: DPMD Tulungagung Usulkan Anggaran Rp45 Miliar Untuk Pilkades Serentak

Sedangkan untuk pelayanan seperti outing class hanya dilayani untuk rute dalam kota saja. Mengingat, pelayanan Bus Sekolah untuk outing class bersifat tidak wajib.

"Kalau di dalam kota seperti kunjungan ke museum daerah, Alun-Alun atau ke kantor-kantor pemerintahan tetap bisa kami layani. Tetapi diluar itu seperti rute menuju tempat wisata pantai atau pegunungan tidak bisa dilayani," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.