Jumat, 19 Jun 2026 12:06 WIB

Hasil Rukyatul Hilal PWNU Jatim, Hilal Tak Terlihat di 42 Titik Lokasi

Lembaga Falakiyah PWNU Jawa Timur melaporkan hilal tidak terlihat di 42 titik pantau pada 19 Maret 2026. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Lembaga Falakiyah PWNU Jawa Timur melaporkan hilal tidak terlihat di 42 titik pantau pada 19 Maret 2026. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kepastian jatuhnya 1 Syawal 1447 Hijriah mulai menemui titik terang. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur secara resmi melaporkan bahwa pemantauan bulan sabit muda atau hilal di seluruh wilayah Jawa Timur tidak membuahkan hasil, Kamis (19/3/2026).

Lembaga Falakiyah PWNU Jawa Timur telah menyebar tim ahli ke 42 lokasi strategis dari ujung barat hingga timur provinsi.

Baca Juga: Gus Salam Sowan ke Kiai Imjaz Jelang Muktamar NU ke-35

Namun, hingga matahari terbenam pada 29 Ramadan ini, tidak ada satu pun titik yang berhasil menangkap visual hilal di cakrawala.

Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Kikin A. Hakim, menjelaskan bahwa data dari lapangan menunjukkan hasil yang seragam. Kondisi ini membuat penentuan awal bulan Lebaran 2026 kini bergantung sepenuhnya pada keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta.

"Kami sampaikan hasil observasi dari 42 titik di Jawa Timur sebagai bahan pertimbangan. Mengenai kesimpulan akhir dan keputusan (kapan Idul Fitri), kami serahkan sepenuhnya kepada PBNU," ungkap KH. Kikin A. Hakim dalam laporan resminya.

Baca Juga: Muktamar NU, Menjaga Sang Pendiri NKRI dari Intervensi

Secara teknis, jika hilal tidak terlihat (istikmal), maka bulan Ramadan berpeluang besar digenapkan menjadi 30 hari. Hal ini berarti Idul Fitri kemungkinan besar akan jatuh pada lusa setelah pemantauan dilakukan.

Meski demikian, masyarakat diminta tetap tenang menunggu pengumuman resmi dari otoritas tertinggi organisasi.

Baca Juga: Menghitung Arah Muktamar NU: Siapa Berpeluang Menang?

Sekretaris PWNU Jawa Timur, Ir. H. M. Faqih, menambahkan bahwa laporan ini telah dikirimkan secara digital dan tersertifikasi untuk menjamin validitas data dari tiap daerah pantauan.

Kini, bola berada di tangan PBNU untuk mengintegrasikan data Jatim dengan hasil pemantauan dari provinsi lain di seluruh Indonesia.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.