Fraksi Gerindra DPR RI Akan Usut Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di Jember
- Penulis : Yanuar D
- | Minggu, 15 Mar 2026 21:30 WIB
jatimnow.com - Fraksi Partai Gerindra di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia memastikan akan mengusut dugaan penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang terjadi di SPBU Tegal Besar, Kabupaten Jember.
Sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI, Bambang Haryadi, menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan penyimpangan tersebut.
Baca Juga: Sopir Truk Jadi Tersangka Kasus Solar Subsidi di SPBU Tegal Besar Jember
“Saya selaku Sekretaris Fraksi Gerindra, siapapun dan dari lembaga manapun, akan kami minta atensinya. Kami akan berkoordinasi dengan Kapolri dan teman-teman di Komisi III DPR RI untuk melakukan pengawasan,” kata Bambang, Sabtu (14/3/2026).
Bambang menjelaskan, dirinya bersama tim dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sedang berada di Jember dalam rangka kegiatan pengawasan. Pada saat yang sama, pihaknya menerima laporan adanya dugaan penyelewengan BBM subsidi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Bambang langsung mendatangi lokasi SPBU Tegal Besar dan melakukan penyegelan sementara hingga proses penyelidikan oleh Polres Jember selesai.
“Karena saya yakin hal semacam ini tidak hanya terjadi di satu tempat. Bisa jadi ada di banyak lokasi. Kami ingin ini menjadi pemicu agar ke depan tidak ada lagi penyimpangan BBM subsidi. Kasihan rakyat kecil,” ungkapnya.
Bambang juga mengaku terkejut saat mendapat laporan adanya sopir truk yang diduga mengangkut sekitar 4.000 liter solar subsidi berani melawan anggota DPRD Jember, David Handoko Seto, bersama aparat kepolisian ketika dilakukan pengejaran.
Ia bahkan menyebut sopir tersebut diduga mencoba membahayakan keselamatan dengan memepet kendaraan anggota DPRD hingga hampir masuk ke sungai.
Anggota Komisi XII DPR RI itu menegaskan pihaknya akan mengusut tuntas kasus ini, termasuk mengungkap pihak yang diduga berada di balik sopir truk tersebut.
“Prinsipnya kami dari Fraksi Gerindra meminta aparat kepolisian tidak takut. Siapapun yang terlibat harus dilawan. Kami akan berada di belakang aparat penegak hukum dan akan melaporkan persoalan seperti ini kepada Presiden,” tegasnya.
Baca Juga: Polisi Bongkar Penyalahgunaan BBM Subsidi di Probolinggo, 5 Pelaku Diamankan
Temuan Kejanggalan Saat Sidak
Dalam inspeksi mendadak yang dilakukan bersama BPH Migas, tim menemukan sejumlah kejanggalan di SPBU Tegal Besar yang mengarah pada dugaan penyalahgunaan distribusi BBM subsidi jenis solar.
Salah satu temuan adalah kamera pengawas (CCTV) di area SPBU yang tidak berfungsi, padahal perangkat tersebut seharusnya menjadi bagian penting dalam pengawasan distribusi BBM subsidi.
Selain itu, tim juga tidak menemukan dokumen surat rekomendasi yang seharusnya digunakan sebagai syarat pembelian solar subsidi, khususnya bagi petani.
“Ada dua hal yang janggal. Pertama, surat rekomendasi tidak ada sama sekali di sini. Padahal pembelian solar subsidi harus menggunakan barcode atau surat rekomendasi, terutama untuk petani,” ujar Bambang.
Tim juga menemukan indikasi penggunaan kendaraan tangki yang telah dimodifikasi untuk menampung solar dalam jumlah besar, dengan kapasitas yang diduga mencapai sekitar 4.000 liter.
Baca Juga: Mafia BBM Subsidi Terbongkar, Negara Rugi Rp7,5 Miliar
Menurut Bambang, kendaraan tersebut diduga memanfaatkan surat rekomendasi yang seharusnya diperuntukkan bagi petani untuk membeli solar bersubsidi di SPBU.
“Ini kejahatan yang luar biasa. Hak masyarakat kecil, khususnya petani, justru diambil dan dijadikan alat untuk mengakali pembelian solar di SPBU,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kemungkinan adanya keterlibatan oknum dari instansi tertentu yang diduga menyalahgunakan atau membocorkan rekomendasi pembelian BBM subsidi.
Karena itu, Komisi XII DPR RI meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan praktik penyelewengan tersebut.
“Siapa yang ada di belakang pencurian ini harus diungkap. Ini akan saya bawa ke forum DPR sebagai bagian dari fungsi pengawasan, termasuk terhadap Pertamina,” pungkasnya.
Editor : Yanuar D