Kamis, 18 Jun 2026 11:53 WIB

Kasus Suspek Campak di Tulungagung Meningkat, Satu Balita Dinyatakan Positif

  • Penulis :
  • | Kamis, 12 Mar 2026 13:25 WIB
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, Aris Setiawan. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, Aris Setiawan. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung mendapati kenaikan kasus campak pada awal tahun 2026. Dari puluhan suspek ditemukan satu anak usia di bawah lima tahun yang positif campak. Pihak Dinkes sendiri akan melakukan imunisasi kejar, dengan sasaran balita yang belum mendapat vaksinasi campak. Saat ini masih dalam proses pendataan berapa jumlah balita yang belum mendapat vaksinasi campak.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, Aris Setiawan mengatakan, berdasarkan data Januari - Februari 2026 ditemukan 38 kasus suspek campak. Jumlah tersebut jauh lebih banyak dibandingkan tahun 2025 dalam periode yang sama.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Awal tahun 2025 lalu ada 12 kasus suspek campak. Kemudian awal tahun 2026 naik menjadi 38 suspek campak," ujarnya, Kamis (12/3/2026).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pihak Dinkes telah mengirimkan sampel darah dan urin 38 suspek campak ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya untuk dilakukan uji sampel. Hasilnya, satu sampel suspek dinyatakan positif campak. Mayoritas mereka yang terkena penyakit ini berusia dibawah lima tahun. Mereka yang masuk dalam suspek campak mengalami keluhan kesehatan yang sama. Seperti demam, ruam kemerahan, batuk, pilek atau mata memerah.

"Campak ini merupakan penyakit menular. Cara penularan dapat melalui droplet," jelasnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Dari 38 suspek campak yang ditemukan Dinkes, beberapa dari mereka ditemukan belum menerima imunisasi dasar. Sebagai langkah preventif, Dinkes Tulungagung akan melakukan imunisasi kejar. Dengan sasaran balita yang belum mendapat vaksinasi campak. Saat ini masih dalam proses pendataan berapa jumlah balita yang belum mendapat vaksinasi campak.
"Balita yang belum mendapat imunisasi ini bisa disebabkan beberapa hal. Mulai dari balita dalam kondisi sakit hingga sasaran imunisasi tidak berada di tempat," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.