Jumat, 19 Jun 2026 18:15 WIB

Analis Ungkap Penyebab Bitcoin Tahan Banting di Tengah Konflik AS-Israel vs Iran

Bitcoin (ilustrasi)
Bitcoin (ilustrasi)

jatimnow.com - Ketegangan geopolitik global akibat eskalasi konflik antara AS-Israel vs Iran tidak mampu meruntuhkan dominasi Bitcoin (BTC). Sempat terseret sentimen negatif hingga anjlok ke level US$66.000, BTC dengan cepat rebound dan kini kembali melenggang stabil di kisaran US$70.000 hingga US$72.000.

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, memaparkan bahwa fenomena ini menjadi bukti kuatnya fondasi permintaan di pasar kripto. Kepanikan sesaat di pasar akhirnya dimanfaatkan oleh para investor untuk melakukan aksi borong di harga bawah (buy the dip).

Baca Juga: Geopolitik Global Memanas, PLN NP Siapkan Jurus Amankan Pasokan Listrik Nasional

“Pergerakan Bitcoin yang cepat pulih menunjukkan minat beli investor masih sangat aktif, khususnya di pasar spot. Koreksi ke area US$66.000 hingga US$67.000 justru dimanfaatkan sebagian pelaku pasar untuk melakukan akumulasi aset,” ujar Fyqieh, Jumat (6/3/2026).

Sebelumnya, tekanan terhadap aset kripto sempat terjadi menyusul lonjakan harga minyak mentah dunia yang menyentuh US$85 per barel. Itu merupakan rekor harga tertinggi sejak awal 2024.

Lonjakan energi yang dipicu krisis Timur Tengah ini sempat memantik kekhawatiran atas stabilitas ekonomi global. Namun, Bitcoin terbukti merespons krisis ini dengan jauh lebih stabil dibandingkan instrumen aset berisiko lainnya.

Fyqieh menjelaskan, Ketahanan harga Bitcoin tidak hanya ditopang oleh investor ritel, tetapi juga derasnya modal dari raksasa institusi keuangan dan perubahan strategi penyimpanan aset.

Baca Juga: Harga Melambung Tinggi, Pakar Sebut Momen Emas Tinggalkan Plastik

Berdasarkan data pasar terbaru, lanjut Fyqieh, terdapat dua katalis utama penopang harga BTC saat ini. Pertama, pasar mencatat aliran dana ratusan juta dolar AS masuk ke produk investasi Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin dalam beberapa hari terakhir.

"Hal ini menjaga likuiditas pasar sekaligus menjadi tameng pelindung saat terjadi tekanan harga jangka pendek," ujarnya.

Kedua, data on-chain menunjukkan tren netflow negatif selama tujuh hari berturut-turut. Di platform Binance, tercatat sekitar 13.500 BTC telah ditarik keluar sejak akhir Februari lalu, dengan penarikan harian sempat menyentuh angka 3.800 BTC.

Baca Juga: Harga Plastik Melonjak, Daya Beli Konsumen di Jember Menurun

“Ketika netflow di bursa berubah menjadi negatif, itu mengindikasikan investor tidak berniat menjual koinnya dalam waktu dekat. Mereka memindahkan aset ke wallet pribadi sebagai bagian dari strategi penyimpanan jangka panjang,” jelas Fyqieh.

Di tengah dinamika makroekonomi saat ini, pergerakan Bitcoin tengah berada dalam fase konsolidasi (range-bound). Secara teknikal, Fyqieh menyoroti US$70.000 sebagai level support psikologis yang sangat krusial untuk dipertahankan.

"Selama Bitcoin mampu bertahan di atas area US$70.000, peluang untuk melanjutkan pergerakan menuju kisaran US$72.000 hingga US$74.000 masih terbuka lebar. Level ini menjadi kunci untuk menjaga momentum pasar,” ucapnya.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.