Kamis, 18 Jun 2026 07:44 WIB

Hapus Pola Hafalan, Guru di Mamuju Didorong Fokus Bangun Nalar Siswa

Pelatihan Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka) di MAN 1 Mamuju. (Foto: IGI/jatimnow.com)
Pelatihan Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka) di MAN 1 Mamuju. (Foto: IGI/jatimnow.com)

jatimnow.com - Era menghafal rumus tanpa makna harus segera berakhir di ruang kelas. Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sulawesi Barat kini mendorong transformasi besar dalam cara guru menyampaikan materi, dengan menempatkan kemampuan bernalar sebagai fondasi utama siswa.

Ketua IGI Sulbar, Sutikno, menyatakan bahwa guru di Indonesia, terutama di Mamuju perlu meninggalkan pola pengajaran rutin yang hanya mengandalkan ingatan.

Baca Juga: Gus Iqdam Sebut Mahasiswa Tak Cukup Hanya Pintar, Harus Dekengan Pusat

Menurutnya, kemampuan bernalar adalah kompetensi global yang mendesak bagi "Generasi Emas" Indonesia agar mampu bersaing di kancah internasional.

"Siswa sekolah dasar tidak bisa dipaksa memahami hal abstrak secara instan. Guru harus mahir menggunakan pendekatan bertahap, mulai dari benda konkret, gambar, baru kemudian masuk ke simbol abstrak," ujar Sutikno saat membuka pelatihan Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka) di MAN 1 Mamuju.

Senada dengan hal itu, narasumber dari Yayasan Penggerak Indonesia Cerdas, Dhitta Puti Sarasvati, melihat ada fenomena mengkhawatirkan di mana kelas matematika seringkali kehilangan esensi belajarnya. Hal ini terjadi karena prinsip pengajaran yang kurang tepat.

"Setiap anak pada dasarnya cerdas. Jika diajarkan dengan prinsip yang benar dan guru yang antusias, nalar mereka akan terbangun dengan sendirinya," kata Dhitta.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Putri mendiang ekonom Rizal Ramli ini menambahkan bahwa tanpa kemampuan analitik yang kuat sejak usia dini, siswa Indonesia berisiko tertinggal jauh dari standar pendidikan negara maju.

Kemahiran matematika bukan soal menghitung cepat, melainkan melatih logika sistematis dan kemampuan memecahkan masalah (problem solving) dalam kehidupan sehari-hari.

Pelatihan yang berlangsung hingga 7 Maret 2026 ini melibatkan 50 guru jenjang SD dan Madrasah Ibtidaiyah. Agenda ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat kemampuan literasi dan numerasi nasional melalui penguatan pedagogi spesifik.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Kakarobot, Robot Edukasi Tanpa Gawai untuk Anak 3T

Inisiatif ini mendapat sokongan penuh dari berbagai instansi, mulai dari Dinas Pendidikan, Kanwil Kemenag Sulbar, hingga Bank Indonesia Perwakilan Sulbar dan dukungan legislatif dari Anggota DPR RI, H. Muhammad Zulfikar Suhardi.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan muncul standar baru pengajaran yang lebih humanis dan berorientasi pada logika.

Editor : Tim Jatimnow
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.