Minggu, 21 Jun 2026 03:36 WIB

Kemenkum Jatim Kucurkan Rp6,8 Miliar untuk Bantuan Hukum Gratis Warga Miskin

Kakanwil Kanwil Kemenkum Jatim, Haris Sukamto. (Foto: Humas Kanwil Kemenkum Jatim/ jatimnow.com)
Kakanwil Kanwil Kemenkum Jatim, Haris Sukamto. (Foto: Humas Kanwil Kemenkum Jatim/ jatimnow.com)

jatimnow.com - Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Jatim mengalokasikan dana sebesar Rp6,8 miliar untuk program bantuan hukum gratis pada tahun anggaran 2026.

Dana bantuan hukum tersebut akan disalurkan melalui 91 Organisasi Pemberi Bantuan Hukum (PBH) terakreditasi untuk memastikan akses keadilan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga: PKS Jatim Beasiswai Kader Jadi Advokat, Siap Beri Bantuan Hukum Gratis

Kepala Kanwil Kemenkum Jatim, Haris Sukamto, menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin hak konstitusional warga negara, khususnya kelompok rentan, untuk mendapatkan keadilan.

"Nantinya bantuan hukum ini akan disalurkan oleh 91 PBH yang telah terakreditasi. Kami berterima kasih kepada seluruh PBH yang telah bekerja keras, cerdas, dan ikhlas mendampingi masyarakat," ujar Haris usai menandatangani Perjanjian Kinerja dan Perjanjian Pelaksanaan Bantuan Hukum Tahun Anggaran 2026 di Aula Raden Wijaya, Kanwil Kemenkum Jatim, Kamis (5/3/2026).

Agar tepat sasaran, Kanwil Kemenkum Jatim membagi alokasi dana Rp6,8 miliar tersebut ke dalam dua fokus pendampingan utama.

Pertama, jalur litigasi (pengadilan) yang mendapat porsi terbesar mencapai 84 persen atau sekitar Rp5,7 miliar. Dana ini difokuskan untuk mendampingi warga miskin dalam proses peradilan formal.

Baca Juga: LADAM Buka Hotline Pendampingan Hukum Bagi Massa Aksi yang Ditangkap Polisi

Kedua, jalur non-litigasi (luar pengadilan) dengan alokasi sebesar Rp1,1 miliar. Dana ini dimanfaatkan untuk program penyuluhan, mediasi, arbitrase, hingga penyelesaian perkara di luar pengadilan yang tersebar di pos bantuan hukum (Posbankum) pada 8.494 desa/ kelurahan se-Jatim.

Meski dana yang disiapkan cukup besar, Haris memberikan peringatan tegas kepada seluruh PBH agar tidak main-main dalam memberikan pelayanan. Ia meminta PBH tidak sekadar mengejar target kuantitas penyelesaian perkara demi mencairkan anggaran, melainkan harus mengutamakan kualitas pendampingan.

“Integritas tidak boleh dikompromikan. Bantuan hukum yang diberikan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan menjunjung tinggi moralitas profesi agar marwah penegakan hukum tetap terjaga,” tegas Haris.

Baca Juga: UTM Kritisi RUU KUHAP, Dinilai Tumpang Tindih pada Kewenangan Penyidikan

Selain itu, ia juga mendorong adanya kolaborasi antara PBH dan paralegal guna memperluas jangkauan layanan hingga ke wilayah pelosok Jatim. Haris mengingatkan pentingnya akuntabilitas pelaporan agar tidak terjadi tumpang tindih anggaran (double funding) antara bantuan Kemenkumham dengan program serupa dari pemerintah daerah.

Sementara itu, Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum (P3H), Soleh Joko Sutopo, turut mengapresiasi komitmen para PBH. Ia berharap anggaran tahun ini dapat segera diserap dan dimanfaatkan secara optimal.

“Kami berharap dukungan penuh dari seluruh PBH agar pelaksanaan program ini berjalan lancar, transparan, dan akuntabel sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat miskin yang membutuhkan,” kata Soleh.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.