Selasa, 16 Jun 2026 13:14 WIB

LADAM Buka Hotline Pendampingan Hukum Bagi Massa Aksi yang Ditangkap Polisi

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Minggu, 31 Agu 2025 09:30 WIB
Adi Darmanto (kiri), salah satu anggota LADAM. (Foto/Dok Pribadi)
Adi Darmanto (kiri), salah satu anggota LADAM. (Foto/Dok Pribadi)

jatimnow.com - Lembaga Advokasi Masyarakat (LADAM) membuka hotline khusus untuk memberikan pendampingan hukum kepada massa aksi yang ditangkap dan/atau ditahan oleh aparat kepolisian, terkait dengan clash yang terjadi antara peserta aksi dan polisi dalam beberapa waktu terakhir.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap situasi terkini, di mana banyak demonstran ditangkap dan ditahan oleh pihak kepolisian. LADAM menilai bahwa para peserta aksi tersebut berhak mendapatkan pendampingan hukum yang memadai.

Baca Juga: Kemenkum Jatim Kucurkan Rp6,8 Miliar untuk Bantuan Hukum Gratis Warga Miskin

"Sehubungan dengan situasi akhir-akhir ini di mana terjadi clash antara massa peserta aksi dan aparat kepolisian, dan terdapat massa peserta aksi yang ditangkap dan/atau ditahan oleh kepolisian, maka dengan ini kami Lembaga Advokasi Masyarakat (LADAM) membuka hotline dengan nomor HP: 081 2525 62277," demikian pernyataan resmi dari LADAM, pada Minggu (31/8/2025).

Adi Darmanto, SH., MH., salah satu anggota LADAM, menegaskan bahwa pendampingan hukum adalah hak setiap warga negara yang berhadapan dengan hukum.

Baca Juga: 1 Tahanan Politik Meninggal di Rutan Medaeng Surabaya

"Bagi pihak-pihak yang anggota keluarganya ditangkap dan/atau ditahan oleh aparat kepolisian, dapat menghubungi nomor hotline di atas agar dapat dilakukan pendampingan hukum oleh advokat LADAM," ujar Adi Darmanto.

LADAM berharap dengan dibukanya hotline pendampingan hukum ini, para peserta aksi yang ditangkap dan ditahan dapat memperoleh bantuan hukum yang mereka butuhkan.

Baca Juga: Foto: Aksi Dramatis Korps Marinir Guncang Jakarta

LADAM merupakan lembaga advokasi yang terdiri dari para advokat yang memiliki komitmen untuk memberikan bantuan hukum kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama bagi mereka yang kurang mampu dan terpinggirkan.

Sebagaimana diketahui, beberapa hari ini aksi demonstrasi bergemuruh di sejumhlah kota di Indonesia. Di Surabaya, massa aksi juga tak tekendali. Pos Polisi dibakar, kantor Polsek Tegalsari dibakar, fasilitas dirusak, mako Polrestabes Surabaya juga tidak luput dari amuk massa. Bahkan Gedung Grahadi dibakar massa pada Sabtu (30/8/2025) malam.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.