Kamis, 18 Jun 2026 07:17 WIB

Siswa SMAN 1 Driyorejo Teliti Mikroplastik, Temuan di Sperma Jadi Alarm

SMAN 1 Driyorejo teliti mikroplastik. Sekolah akan mendeklarasikan diri sebagai Zero Plastic School. (Foto: Ecoton/jatimnow.com)
SMAN 1 Driyorejo teliti mikroplastik. Sekolah akan mendeklarasikan diri sebagai Zero Plastic School. (Foto: Ecoton/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebuah paradoks lingkungan ditemukan di kalangan generasi muda Jawa Timur. Meski mayoritas pelajar sadar akan ancaman mikroplastik, mereka justru terjebak dalam ekosistem sekolah yang masih ketergantungan pada plastik sekali pakai.

Menyikapi hal ini, SMAN 1 Driyorejo bersama organisasi lingkungan ECOTON meluncurkan program radikal untuk memutus rantai polusi plastik di lingkungan pendidikan. Bukan sekadar sosialisasi, sekolah ini bakal menerapkan kebijakan "Zero Plastic" secara total.

Baca Juga: Gus Iqdam Sebut Mahasiswa Tak Cukup Hanya Pintar, Harus Dekengan Pusat

Founder ECOTON, Prigi Arisandi, mengungkapkan hasil riset yang cukup menohok. Sebanyak 90 persen anak didik sebenarnya paham bahwa plastik mengancam kesehatan, dan 82 persen di antaranya ingin berubah. Sayangnya, infrastruktur sekolah selama ini tidak memberi pilihan.

"Anak-anak ingin berubah, tapi sistem sekolah memaksa mereka tetap mengonsumsi plastik setiap hari karena tidak ada alternatif. Edukasi tanpa perubahan kebijakan itu sia-sia," tegas Prigi Arisandi saat peluncuran program di Gresik.

Yang membedakan gerakan di SMAN 1 Driyorejo adalah pendekatan berbasis riset. Melalui jaringan Jawa Timur Youth Changemaker Academy (JAYCA), para siswa melakukan penelitian langsung untuk mengidentifikasi partikel serat dan fragmen plastik yang tak kasat mata.

Pendampingan penelitian ini bahkan mengungkap fakta medis yang menggetarkan kesadaran para siswa. Sri Astika, peneliti dari Biologi Unesa yang mendampingi siswa, memaparkan risetnya mengenai keberadaan mikroplastik dalam cairan sperma manusia.

Temuan ini menjadi bukti tak terbantahkan bahwa plastik bukan lagi sekadar sampah visual di sungai, melainkan polutan yang sudah menyusup ke dalam sistem reproduksi manusia.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

"Kami sadar ini ancaman nyata bagi masa depan. Mengubah perilaku Gen Z harus dimulai dengan fakta medis ini. Kami mulai dengan aksi konsisten membawa tumbler sendiri," ujar Koordinator Tim JAYCA SMAN 1 Driyorejo, Krisna Wahyu Sahaja.

Kepala SMAN 1 Driyorejo, Alif Hanifah, memastikan sekolahnya tidak hanya berhenti pada penelitian di laboratorium. Pihak manajemen sekolah telah menyiapkan peta jalan transformasi kebijakan yang menyasar jantung penggunaan plastik, yakni kantin sekolah.

"Setelah Hari Raya Idul Fitri nanti, SMAN 1 Driyorejo akan mendeklarasikan diri sebagai Zero Plastic School. Kami hapus penggunaan kantong plastik dan beralih total ke wadah makan guna ulang," kata Alif.

Baca Juga: Siswa SMPN 58 Surabaya Temukan Partikel Plastik di Air dan Udara

Langkah ini mencakup tiga pilar utama. Pertama, riset mandiri. Siswa terus memantau kandungan mikroplastik di sekolah.

Kedua, digital campaign. Pemanfaatan teknologi AI untuk memproduksi konten edukasi lingkungan. Selanjutnya kultural, yakni membangun budaya bawa wadah sendiri secara permanen.

Alif berharap gerakan ini menjadi tamparan bagi institusi pendidikan lain agar tidak sekadar mengajarkan teori lingkungan di kelas, namun justru menjadi produsen sampah plastik di jam istirahat.

Editor : Tim Jatimnow
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.