Selasa, 16 Jun 2026 13:38 WIB

Belajar dari Sememi, Saat Warga Surabaya Turut Merancang Drainase Kota

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Selasa, 03 Mar 2026 14:55 WIB
Tim CeCUR Untag Surabaya pameran jurnal kreatif bertajuk ‘Sesudah Hujan’ yang digelar Minggu (1/3/2026). (Foto: Humas Untag Surabaya/jatimnow.com)
Tim CeCUR Untag Surabaya pameran jurnal kreatif bertajuk ‘Sesudah Hujan’ yang digelar Minggu (1/3/2026). (Foto: Humas Untag Surabaya/jatimnow.com)

jatimnow.com - Wajah perencanaan kota di Surabaya mulai bergeser dari sekadar angka teknis menuju pendekatan yang lebih memanusiakan warga. Di RW 4 Sememi Kidul, Kecamatan Benowo, kota Surabaya, masyarakat tidak lagi sekadar menonton alat berat bekerja, melainkan terlibat aktif menentukan arah pembangunan drainase di lingkungan mereka.

Melalui pameran jurnal kreatif bertajuk ‘Sesudah Hujan’ yang digelar Minggu (1/3/2026), tim Center for Climate and Urban Resilience (CeCUR) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menunjukkan bagaimana pengalaman personal warga menjadi basis data penting.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

Kegiatan ini merupakan bagian dari pemutakhiran Surabaya Drainage Master Plan (SDMP) yang melibatkan masyarakat secara organik.

Dekan Fakultas Teknik Untag Surabaya, Retno Hastijanti, menjelaskan bahwa narasi yang dirasakan masyarakat adalah variabel penting yang sering luput dari meja perancang kota.

"Perencanaan kota yang sehat harus melampaui data teknis di atas kertas. Suara warga adalah komponen vital untuk merumuskan kebijakan yang benar-benar bisa bertahan lama," ujar Retno.

Ketua RW 4 Sememi, Moch Tohir Muchsin, melihat pendekatan ini berhasil menumbuhkan rasa memiliki di tengah komunitas.

Ia bilang, warga merasa dihargai karena trauma dan pengalaman mereka, terutama saat banjir besar melanda kawasan tersebut pada 2010, kini diakui sebagai rujukan kebijakan.

Model keterlibatan yang diusung CeCUR Untag ini beroperasi dalam tiga fase utama. Diawali dengan eksplorasi pengalaman melalui diskusi kelompok dan pengumpulan arsip cerita banjir, proses berlanjut pada pemetaan sosial-ekonomi untuk melihat dampak air terhadap mata pencaharian warga.

Baca Juga: Untag Surabaya Paparkan Strategi Internasionalisasi Kampus Swasta di Forum Pendidikan Global Tiongkok

Puncaknya adalah diseminasi hasil melalui pameran terbuka sebagai ruang refleksi lintas generasi.

Pameran ‘Sesudah Hujan’ berfungsi sebagai jembatan transparansi. Di sini, warga bisa melihat langsung bagaimana keluhan dan cerita mereka diterjemahkan menjadi bahan kajian formal untuk masa depan drainase Kota Surabaya.

Pendekatan partisipatif ini membuktikan bahwa ketahanan sebuah kota tidak melulu soal seberapa besar pipa drainase atau seberapa kuat mesin pompa.

Fondasi utamanya justru terletak pada kapasitas sosial, yakni kesadaran kolektif, solidaritas, dan pengetahuan lokal dalam menghadapi risiko iklim.

Baca Juga: Ketika Riset Menjadi Administrasi, Negara Kehilangan Senjata

Anisa, salah satu warga senior di Sememi, menyambut positif keterlibatan kaum muda dalam proses ini.

"Anak-anak sekarang jadi paham sejarah lingkungannya. Mereka tahu kampung ini pernah melewati masa sulit dan bagaimana cara kita bangkit bersama," tuturnya.

Keberhasilan di Sememi kini menjadi prototipe bagi wilayah lain di Surabaya. Dengan memosisikan kampus sebagai fasilitator dan warga sebagai mitra strategis, perencanaan kota masa depan diharapkan tidak lagi bersifat instruksi dari atas, melainkan lahir dari kebutuhan nyata di lapangan.

Editor : Tim Jatimnow
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.