Selasa, 16 Jun 2026 23:57 WIB

Sungai Serinjing Kediri Meluap, Sumbatan Sampah Pemicunya

  • Penulis :
  • | Senin, 02 Mar 2026 21:50 WIB
Tumpukan sampah di sekitar dam Sungai Serinjing. (Foto: BPBD Kabupaten Kediri/jatimnow.com)
Tumpukan sampah di sekitar dam Sungai Serinjing. (Foto: BPBD Kabupaten Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah timur Kediri pada Senin (2/3/2026) sore memicu banjir di sejumlah titik. Salah satu lokasi terdampak berada di Jalan Pare–Kandangan setelah Sungai Serinjing meluap akibat aliran air tersumbat tumpukan sampah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Djoko Sukrisno, mengatakan hujan ekstrem mulai terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Genangan air dilaporkan muncul di beberapa wilayah, seperti Satak dan Gadungan, dengan kondisi terparah terjadi di Desa Tertek.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

“Di Tertek ketinggian air mencapai sekitar 20 hingga 25 sentimeter dan bertahan hampir dua jam. Luapan ini dipicu oleh sumbatan sampah bambu di area dam atau jembatan,” ujarnya.

Akibat luapan tersebut, badan jalan tertutup lumpur dan menjadi licin. Untuk mempercepat penanganan, BPBD berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran guna membersihkan sisa lumpur di ruas jalan. Proses pembersihan berlangsung sekitar satu jam hingga lalu lintas kembali normal.

Sementara itu, pembersihan tumpukan sampah di sekitar dam Sungai Serinjing dijadwalkan dilanjutkan pada Selasa (3/3/2026). Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan menerjunkan alat berat untuk memastikan aliran sungai kembali lancar.

Baca Juga: Siswa di Jember Naik Rakit ke Sekolah, Jembatan Putus Diterjang Banjir

Penanganan kejadian ini melibatkan sejumlah instansi, antara lain Damkar, Balai Wilayah Sungai (BWS), PUPR, serta Taruna Siaga Bencana (Tagana). Djoko menyebut, banjir akibat luapan sungai di wilayah Tertek bukan kali pertama terjadi, dengan sumbatan sampah masih menjadi faktor dominan.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun BPBD masih melakukan pendataan untuk mengetahui potensi kerusakan material, terutama pada rumah warga yang terdampak hujan disertai angin kencang.

“Kami masih menghimpun data dari tim di lapangan, terutama terkait dampak angin,” jelasnya.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Turun Percepat Penanganan Dampak Banjir Pasuruan

Selain banjir, cuaca ekstrem juga menyebabkan tiga pohon berukuran besar tumbang di wilayah Bogo, Pare, dan Kunjang.

Berdasarkan informasi dari BMKG, peringatan dini cuaca dengan potensi curah hujan tinggi masih berlaku hingga sepekan ke depan. Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan lereng perbukitan diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan dan tanah longsor.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.