Selasa, 16 Jun 2026 13:49 WIB

Terminal Kijing Jadi Tumpuan Baru Arus Logistik Internasional Kalimantan Barat

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Minggu, 01 Mar 2026 01:17 WIB
Terminal Kijing siap jadi pusat logistik internasional. PTP Nonpetikemas optimalkan layanan bongkar muat untuk pangkas biaya logistik. (Foto: PTP Nonpetikemas/jatimnow.com)
Terminal Kijing siap jadi pusat logistik internasional. PTP Nonpetikemas optimalkan layanan bongkar muat untuk pangkas biaya logistik. (Foto: PTP Nonpetikemas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Wajah logistik di Kalimantan Barat kini memasuki babak baru. Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah terus bersolek menjadi gerbang ekspor-impor utama yang mampu menandingi pelabuhan besar di wilayah Barat Indonesia.

Keseriusan ini terlihat saat Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, turun langsung meninjau operasional terminal pada Kamis (26/2).

Baca Juga: Terminal Kijing Mempawah Mulai Operasikan Layanan Petikemas

Sejak dikelola oleh PTP Nonpetikemas pada Agustus 2022, pelabuhan ini mengalami lompatan kapasitas yang signifikan. Berbeda dengan pelabuhan sungai konvensional, Terminal Kijing memiliki kedalaman kolam hingga -15 meter.

Spesifikasi teknis ini memungkinkan kapal-kapal raksasa berbobot mati (DWT) hingga 100.000 ton bersandar dengan aman.

Dampaknya mulai terasa pada efisiensi pengiriman komoditas unggulan daerah. Dengan kemampuan melayani 15 kapal sekaligus secara bersamaan, arus barang tidak lagi terkendala antrean panjang.

Hal ini secara otomatis memangkas waktu tunggu kapal (dwelling time) dan menurunkan biaya logistik yang selama ini menjadi beban para pelaku usaha di Kalimantan Barat.

Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, menyatakan bahwa kehadiran jajaran direksi holding merupakan sinyal kuat untuk mempercepat transformasi pelabuhan.

Ia memastikan setiap aspek pelayanan di lapangan harus berjalan presisi agar selaras dengan target pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga: PTP Nonpetikemas Tanjung Pandan Perkuat Distribusi Logistik Bangka Belitung

"Kehadiran Direktur Utama Pelindo memberi suntikan semangat bagi tim di lapangan. Kami memastikan operasional di Terminal Kijing berjalan optimal. Fokus kami bukan sekadar bongkar muat, tapi bagaimana terminal ini menjadi mesin penggerak ekonomi yang nyata bagi masyarakat Mempawah dan Kalimantan Barat secara luas," ujar Indra.

Indra menambahkan, PTP Nonpetikemas tengah menggenjot produktivitas terminal melalui penggunaan alat bongkar muat modern. Langkah ini diambil untuk memastikan Terminal Kijing memiliki daya saing tinggi di level internasional.

Targetnya jelas, yakni untuk menarik lebih banyak rute pelayaran langsung (direct call) yang menghubungkan Kalimantan Barat dengan pasar global.

Optimalisasi aset ini juga diharapkan mampu membuka simpul-simpul ekonomi baru di sekitar pelabuhan.

Pertumbuhan volume kargo yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir menjadi bukti bahwa Terminal Kijing mulai dipercaya oleh para pemilik barang sebagai jalur distribusi yang lebih andal.

Baca Juga: Terminal Petikemas Surabaya Kembali Layani Ekspor Komponen Lokomotif INKA

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir jajaran petinggi grup seperti SVP Business Performance & Asset Optimization Cluster Logistic PT DAM, Desty Arlaini, serta jajaran Direksi Subholding Pelindo Multi Terminal dan SPSL.

Sinergi lintas lini ini bertujuan memastikan ekosistem pelabuhan di bawah Pelindo Group bekerja secara terintegrasi, mulai dari pelayanan dermaga hingga manajemen logistik di darat.

Melalui penguatan kolaborasi dengan regulator dan pengguna jasa, PTP Nonpetikemas optimistis Terminal Kijing akan terus berkembang menjadi pusat logistik modern yang berkelanjutan.

Transformasi ini diharapkan tidak hanya memperlancar arus barang, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha bagi warga lokal di masa depan.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.