Kamis, 18 Jun 2026 13:30 WIB

Kecam Aksi Represif Polisi, Mahasiswa di Tulungagung Gelar Aksi di Mapolres

  • Penulis :
  • | Sabtu, 28 Feb 2026 09:30 WIB
Foto: Aksi mahasiswa di Tulungagung mengecam tindakan represif polisi. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Aksi mahasiswa di Tulungagung mengecam tindakan represif polisi. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Sejumlah mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Tulungagung menggelar aksi di halaman Polres setempat. Mereka mengutuk tindakan represif Polri yang telah menghilangkan nyawa masyarakat sipil.

Mereka juga membawa foto korban kekerasan yang dilakukan oknum anggota polisi di beberapa daerah. Sebagai bentuk simpati para mahasiswa ini menaburkan bunga di depan foto tersebut.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kordinator Umum aksi, Zainudin Asror mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk keprihatinan terhadap sejumlah kekerasan yang melibatkan oknum anggota polisi di beberapa daerah. Mereka mencatat terdapat sejumlah korban meninggal dunia akibat kekerasan tersebut.

Terakhir korban diketahui berinisial AT (14) siswa MTSN Maluku Tenggara yang meninggal akibat dipukul oleh anggota Brimob Bripda Mesias Siahaya menggunakan helm taktikal.

"Aksi simpatik ini merupakan bentuk rasa duka kami kepada sahabat-sahabat kami yang menjadi korban tindakan represif Polri," ujarnya, Jumat (27/2/2026).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Meski kasus tindakan represif tidak terjadi di Tulungagung, mahasiswa ingin mengingatkan kembali Polri agar tidak melakukan tindakan represif kepada masyarakat sipil. Sehingga tidak ada lagi korban yang berjatuhan.

Selama ini PC PMII Tulungagung menilai Polri belum dapat menjalankan tugas sebagai pengayom yang baik untuk masyarakat. Terbukti dengan berbagai macam kasus kekerasan Polri terhadap masyarakat yang masih terjadi.

"Kami menilai polisi masih belum humanis. Melihat masih ada tragedi kekerasan yang dilakukan Polri," jelasnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Para mahasiswa ini menuntut hasil konkret reformasi Polri baik secara struktural dan instrumental. Sehingga Polri dapat menjalankan tugas yang sebenarnya sebagai pengayom masyarakat.

"Kami juga meminta segala kasus hukum yang melibatkan Polri harus diselesaikan secara transparan. Termasuk kasus represif Polri terhadap masyarakat sipil," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.