Jumat, 19 Jun 2026 08:59 WIB

SDN Pecoro 02 Jember Disegel Ahli Waris, Pemkab Pastikan Siswa Tetap Sekolah

  • Penulis : Sugianto
  • | Rabu, 25 Feb 2026 14:00 WIB
Foto: Pemkab Jember saat turun ke SDN Pecoro 02 Jember (Dani/jatimnow.com)
Foto: Pemkab Jember saat turun ke SDN Pecoro 02 Jember (Dani/jatimnow.com)

 

jatimnow.com-Aktivitas belajar mengajar di SDN Pecoro 02, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, sempat terganggu setelah pintu gerbang sekolah disegel oleh sejumlah orang yang mengaku sebagai ahli waris lahan, Selasa (24/2/2026).

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

Akibat penyegelan tersebut, sejumlah siswa sempat tertahan di luar gerbang dan tidak bisa masuk ke lingkungan sekolah. Informasi yang dihimpun menyebutkan, penyegelan diduga dilakukan oleh empat orang yang mengaku ahli waris tanah. Mereka bahkan memasang banner larangan masuk dengan alasan lahan masih dalam sengketa.

Menanggapi kejadian itu, Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan komitmennya untuk memastikan hak pendidikan siswa tetap terpenuhi di tengah proses hukum yang berjalan.

Kepala Bagian Hukum Pemkab Jember, Ervan Setiawan, mengatakan pendidikan anak tidak boleh menjadi korban tarik-menarik sengketa lahan. Menurutnya, pemerintah daerah memprioritaskan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar sembari tetap menghormati proses persidangan.

“Prinsip kami memastikan hak peserta didik untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi, terlepas dari perkara yang sedang berjalan di pengadilan,” ujarnya.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

Ervan meminta seluruh pihak yang bersengketa menahan diri dan tidak mengambil langkah sepihak yang berpotensi mengganggu fasilitas publik, terlebih yang menyangkut kepentingan anak-anak.

Ia menegaskan, sebelum ada putusan berkekuatan hukum tetap, semua pihak seharusnya menghormati proses hukum dan menjaga situasi tetap kondusif.

“Ini bukan tanggung jawab satu atau dua pihak saja, melainkan tanggung jawab kita semua,” katanya.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Pemkab Jember menyebut proses gugatan masih panjang dan dalam waktu dekat akan memasuki agenda pembuktian pada sidang yang dijadwalkan Kamis pekan ini.

Bagian Hukum Pemkab Jember juga tengah mengevaluasi kemungkinan langkah lanjutan atas penyegelan sepihak tersebut, termasuk opsi somasi atau upaya hukum lain, dengan tetap mempertimbangkan jalannya persidangan.

Sementara itu, aktivitas belajar mengajar diupayakan tetap berjalan agar siswa tidak kembali terdampak akibat polemik sengketa lahan tersebut.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.