Sabtu, 13 Jun 2026 04:57 WIB

Kembali ke Alquran, Cara Manusia Modern Menata Emosi yang Pecah

Umat muslim melaksanakan tadarus di salah satu Musala, di Surabaya. Selama bulan Ramadan, umat muslim banyak memanfaatkan untuk membaca Alquran hingga 30 juzz. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Umat muslim melaksanakan tadarus di salah satu Musala, di Surabaya. Selama bulan Ramadan, umat muslim banyak memanfaatkan untuk membaca Alquran hingga 30 juzz. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dunia modern saat ini sedang kebanjiran informasi namun mengalami krisis ketenangan yang akut. Kehidupan di tengah riuhnya media sosial dan tuntutan hidup yang tidak pernah berhenti seringkali membuat batin manusia merasa asing dan kesepian.

Fenomena ini menjadi refleksi mendalam bagi Ketua ICMI Jawa Timur, Ulul Albab, dalam menyambut bulan suci tahun ini.

Baca Juga: Jangan Biarkan Kasus MBG Tenggelam

Menurutnya, Ramadan 2026 bukan sekadar perpindahan kalender ibadah tahunan, melainkan sebuah undangan bagi setiap individu untuk membenahi kondisi hati yang mulai rapuh.

Kegelisahan yang kerap muncul pada manusia modern biasanya berakar dari ketergantungan pada hal-hal yang bersifat semu, seperti validasi sosial dan pencapaian materi.

"Hanya dengan mengingat Allah, hati bisa benar-benar tenang. Ini bukan sekadar kutipan ayat, tapi solusi nyata saat semua sandaran duniawi kita goyah," ujar Ulul Albab merujuk pada pesan dalam Alquran.

Ibadah puasa semestinya dipandang sebagai latihan menyederhanakan hidup. Dengan mengurangi asupan dan keinginan fisik yang berlebihan, seseorang secara otomatis memberikan ruang bagi batinnya untuk kembali peka dan mulai "berbicara".

Dalam konteks ini, Alquran hadir sebagai obat atau penawar bagi mereka yang merasa lelah secara mental.

Baca Juga: MBG, Korupsi dan Kegagalan Tata Kelola Kebijakan

Ulul mengingatkan bahwa membaca kitab suci tidak akan memberikan dampak signifikan jika hanya berhenti di tenggorokan tanpa melibatkan kehadiran batin sepenuhnya.

"Alquran harus didengarkan seolah Tuhan sedang berbicara langsung kepada kita, bukan sekadar dibaca sebagai rutinitas," tambahnya.

Lebih jauh lagi, bulan Ramadan berfungsi sebagai fase penyembuhan terhadap berbagai penyakit mental yang sering disembunyikan, seperti kecemasan, rasa gagal, hingga iri hati.

Ketenangan yang ditawarkan bukanlah bentuk pengalihan dari realitas, melainkan kekuatan untuk tetap tegak berdiri meski keadaan sekitar sedang tidak berpihak.

Baca Juga: Dimanakah Ibukota Indonesia yang Sebenarnya?

Indikator keberhasilan seseorang dalam menjalani Ramadan tahun ini bisa dilihat dari perubahan sikapnya.

Jika hati terasa lebih lapang, pikiran semakin jernih, dan emosi menjadi lebih terkendali, itu merupakan tanda bahwa nilai-nilai Ramadhan telah menyentuh dasar jiwa.

Menutup refleksinya, Ulul Albab mengajak umat muslim untuk memperlambat langkah sejenak. "Mari tanyakan pada diri sendiri, apakah Alquran sudah menjadi tempat pulang bagi jiwa kita, atau hanya sekadar hiasan dalam jadwal harian?" pungkasnya.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.