Jumat, 19 Jun 2026 05:07 WIB

Pemkab Jember Mulai Petakan Kerusakan Infrastruktur Karena Banjir Bandang

  • Penulis : Sugianto
  • | Senin, 16 Feb 2026 12:35 WIB
Foto: Satgas Infrastruktur dan tata ruang meninjau kerusakan dampak banjir (Diskominfo/jatimnow.com)
Foto: Satgas Infrastruktur dan tata ruang meninjau kerusakan dampak banjir (Diskominfo/jatimnow.com)

 

jatimnow.com-Banjir yang menenggelamkan rumah 7.445 kepala keluarga di Jember tahun 2026 ini terparah sejak 10 tahun terakhir. Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang Jember kini memetakan dampak kerusakan yang terjadi akibat bencana tersebut.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, bersama dengan jajaran Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang meninjau langsung sejumlah titik lokasi yang terdampak banjir. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur dan memastikan keselamatan ribuan warga yang terdampak. Tercatat, ada sejumlah lokasi jembatan rusak akibat banjir.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

Adapun jembatan rusak diantaranya, Jembatan Cinta di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Jembatan Merah Putih di Desa Pakis, Kecamatan Panti dan Jembatan Sentool di Desa Suci, Kecamatan Panti.

​Helmi mengungkapkan, bencana banjir kali ini merupakan salah satu yang cukup parah dalam kurun waktu lebih dari 10 tahun terakhir. Pemerintah Kabupaten Jember kini tengah fokus melakukan pemetaan menyeluruh terhadap kerusakan fasilitas publik. Helmi menegaskan, sejumlah infrastruktur vital mengalami kerusakan serius.

​"Kami meninjau semua titik, baik infrastruktur desa, kabupaten, maupun provinsi. Semuanya dipetakan untuk menentukan skala prioritas penanganan. Kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk percepatan perbaikan ini," ujarnya, Senin (16/2/2026).

​Pemkab Jember menetapkan masa siaga darurat bencana hingga 26 Februari 2026. Hal ini disebabkan adanya potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung hingga akhir bulan.

​"Pesan dari Ibu Gubernur sudah jelas, Jember menjadi prioritas untuk perbaikan infrastruktur terdampak. Kami meminta masyarakat tetap waspada dan saling bahu-membahu dalam menghadapi situasi ini," tutupnya.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim, Edy Tambeng Widjaja menyatakan pihaknya tengah memetakan tingkat kerusakan untuk menentukan langkah perbaikan selanjutnya.

Edy Tambeng mengungkapkan, dampak banjir kali ini cukup signifikan. Terutama pada jembatan-jembatan dengan bentang yang luas. Salah satu titik terdampak parah ditemukan di wilayah Jombang, di mana sebuah jembatan besar mengalami kerusakan serius

​Edy menjelaskan, secara teknis, konstruksi jembatan yang ada sebenarnya tidak memiliki masalah fundamental. Namun, fenomena alam berupa debit air yang sangat tinggi melampaui kapasitas desain jembatan menjadi pemicu utama robohnya struktur tersebut

​"Rata-rata jembatan kita posisinya rendah. Ketika hujan turun dengan durasi lama dan intensitas deras, debit air meningkat drastis hingga terjadi overtopping atau air meluap melampaui lantai jembatan, yang kemudian menyeret konstruksinya hingga roboh," jelas Edy.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

​Sebagai langkah evaluasi, Dinas PU Bina Marga Jatim mempertimbangkan untuk menambah ketinggian jembatan pada proses pembangunan kembali nantinya. Ini dilakukan untuk meminimalisir risiko serupa di masa depan, mengingat pola cuaca yang sulit diprediksi

​Mengenai target penyelesaian, Edy menekankan, timnya masih melakukan pengecekan mendalam terhadap komponen vital jembatan.

​"Kami akan melihat dulu di lapangan secara detail. Jika harus ganti, ya kita ganti. Setelah semua data terkumpul, segera kami laporkan kepada Ibu Gubernur untuk langkah eksekusi ke depan," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.