Sabtu, 20 Jun 2026 02:04 WIB

Sambut Imlek, Baju Dewa di Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung Diganti

  • Penulis :
  • | Senin, 16 Feb 2026 08:59 WIB
Foto: Pengurus mengganti baju Dewa Mak Co di Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Pengurus mengganti baju Dewa Mak Co di Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Sambut pergantian Tahun Baru Imlek 2557, pengurus Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung menggelar ritual penggantian baju Dewa Mak Co. Ritual ganti baju Dewa Mak Co telah dilakukan secara turun-temurun jelang perayaan Tahun baru Imlek. Tak hanya Dewa Mak Co, penggantian baju juga dilakukan untuk semua dewa di klenteng tersebut. Semula baju dewa berwarna kuning diganti dengan waena merah khas Imlek.

Bioma Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung, Tjio Jing Jing mengatakan Mak Co merupakan dewa utama di Kelenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung. Sehingga Dewa Mak Co mendapatkan perlakuan khsusus dari pengurus kelenteng. Selama prosesi penggantian baju Dewa Mak Co tidak semua orang boleh memasuki ruang. Hanya perempuan perempuan lajang atau janda yang boleh melakukan ritual ganti baju Dewa Mak Co.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Hari ini kami melakukan ritual penggantian baju Dewa Mak Co. Dari semula menggunakan baju warna kuning, sekarang diganti dengan baju warna merah," ujarnya, Minggu (15/2/2026).

Ritual ganti bahu Dewa Mak Co dilakukan untuk menyambut perayaan tahun baru Imlek 2026. Baju warna merah memiliki makna tersendiri bagi warga etnis Tionghoa. Selain mengganti baju Dewa Mak Co, pengurus Kelenteng Tjoe Tik Kiong juga mengganti baju sembilan dewa lainya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Ketika Imlek kami memang harus menggunakan baju berwarna merah, karena merah itu memiliki makna kebahagiaan," terangnya.

Jing Jing menjelaskan, Dewa Mak Co akan menggunakan baju warna merah hingga senjit Mak Co atau peringatan hari ulang tahunnya. Ketika senjit Mak Co, pengurus kelenteng akan mengganti baju berwarna kuning. Tahun ini merupakan tahun kuda api yang melambangkan kekuatan, semangat juang, optimisme dan kemakmuran. Disisi lain, tahun kuda api akan banyak orang yang mudah emosi.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Makanya kita pada tahun kuda api, harus berusaha bersabar dan tenang. Jangan gegabah dalam memutuskan tindakan," pungkasnya

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.