Minggu, 21 Jun 2026 23:06 WIB

Arzeti Bilbina: Makan Bergizi Gratis Adalah Investasi Otak, Bukan Sekadar Kenyang

Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, saat menemui ratusan warga di Auditorium KH. Bisri Syansuri BPVP Sidoarjo. (Foto: BGN/jatimnow.com)
Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, saat menemui ratusan warga di Auditorium KH. Bisri Syansuri BPVP Sidoarjo. (Foto: BGN/jatimnow.com)

jatimnow.comMasa depan Indonesia pada 2045 bergantung pada apa yang masuk ke piring anak-anak hari ini. Langkah nyata mulai diperkuat melalui skema Makan Bergizi Gratis yang menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, menyebut pemenuhan nutrisi ini sebagai jaminan agar anak-anak Indonesia tumbuh dengan kemampuan berpikir yang kompetitif.

Baca Juga: Jangan Biarkan Kasus MBG Tenggelam

Saat menemui ratusan warga di Auditorium KH. Bisri Syansuri BPVP Sidoarjo, Jumat (13/2), Arzeti menjelaskan bahwa pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) tidak main-main dalam mengeksekusi program ini.

Menurutnya, keberhasilan mencetak generasi emas sangat bergantung pada seberapa konsisten negara menjaga asupan pangan warganya.

"Program ini merupakan wujud nyata kepedulian Presiden terhadap keberlanjutan masa depan kita. Sosialisasi ini menjadi jembatan agar masyarakat paham bahwa pemerintah hadir menjamin kesehatan anak-anak mereka," ujar Arzeti di hadapan peserta.

Politisi ini membedah tiga poin utama yang menjadi harga mati dalam pelaksanaan di lapangan. Yakni kualitas bahan makanan, manajemen distribusi, serta ketepatan standar gizi.

Baca Juga: MBG, Korupsi dan Kegagalan Tata Kelola Kebijakan

Ia mewanti-wanti agar implementasi di setiap daerah benar-benar terpantau sehingga manfaatnya langsung terasa pada fisik dan kecerdasan anak.

Arzeti memandang pemberian makanan sehat ini bukan sekadar bantuan sosial biasa. Baginya, asupan yang tepat merupakan modal utama bagi pertumbuhan otak dan konsentrasi belajar.

Tanpa gizi yang seimbang, cita-cita Indonesia menjadi negara maju pada satu abad kemerdekaannya nanti akan sulit tercapai.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

“Kita ingin anak-anak kita tumbuh menjadi pemimpin dan imam bangsa yang tangguh. Dasar dari semua itu adalah raga yang sehat dan otak yang cerdas lewat makanan bergizi,” tambahnya.

Melalui sinergi antara Komisi IX DPR RI dan Badan Gizi Nasional, pengawasan akan terus dilakukan guna memastikan menu yang sampai ke tangan siswa memenuhi syarat tumbuh kembang.

Program ini diharapkan menjadi katalisator bagi lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki ketahanan fisik yang prima.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.