Kamis, 18 Jun 2026 03:43 WIB

Skandal Lahan SMKN Prambon, Dugaan Mafia Tanah Sidoarjo Dilaporkan ke KPK

Lahan SMKN Prambon Sidoarjo  yang kini bermasalah. (Foto/jatimnow.com)
Lahan SMKN Prambon Sidoarjo yang kini bermasalah. (Foto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pembangunan SMKN Prambon yang mangkrak akibat sengketa lahan kini memasuki babak baru. Sejumlah perwakilan warga bersama aktivis resmi menyeret dugaan praktik mafia tanah di Kabupaten Sidoarjo ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Laporan tersebut menyasar dugaan rekayasa status tanah yang ditengarai merugikan negara puluhan miliar rupiah.

Baca Juga: Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Gotong Royong Tanam Pucuk Merah

Ketua DPC GRIB Jaya Sidoarjo, Slamet Joko Anggoro, mengonfirmasi bahwa pengaduan masyarakat telah diterima langsung oleh penyidik KPK di Jakarta.

Kasus ini bermula dari pengadaan lahan seluas 21.000 meter persegi di Desa Kedungwonokerto yang sedianya diperuntukkan bagi fasilitas pendidikan.

"Laporan sudah masuk ke KPK terkait dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo," ujar Slamet saat menggelar aksi massa di depan gedung DPRD Sidoarjo, Kamis (12/2/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun para pelapor, terdapat pola janggal dalam peralihan hak atas tanah tersebut. Ketua Gerakan Viral for Justice, Erly Purnama, memaparkan kronologi yang menunjukkan adanya lompatan harga yang fantastis dalam waktu singkat.

Pada Desember 2022, lahan tersebut dibeli dari 15 petani gogol dengan total biaya sekitar Rp2,6 miliar. Saat transaksi terjadi, tanah tersebut masih berstatus 'Gogol Gilir' atau aset desa yang tidak tetap.

Namun, hanya berselang lima hari setelah penandatanganan ikatan jual beli, terbit Peraturan Desa yang mengubah statusnya menjadi 'Gogol Tetap'.

Satu tahun kemudian, tepatnya Desember 2023, lahan yang sudah dikuasai pihak swasta tersebut dijual kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo.

Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Rentan di Sidoarjo Terima Santunan JKM Rp42 Juta

Tak tanggung-tanggung, harga yang dipatok melonjak hingga Rp25,49 miliar menggunakan dana APBD 2023.

"Kami mengendus ada rekayasa sistematis. Tanah dibeli murah saat statusnya masih aset desa, diubah statusnya menjadi milik perorangan, lalu dijual kembali ke pemerintah dengan harga berkali-kali lipat," ungkap Erly.

Dampak dari prosedur yang diduga menabrak UU Pokok-Pokok Agraria ini sangat fatal. Meski pemerintah daerah telah menggelontorkan dana Rp25,49 miliar, pembangunan sekolah tetap tidak bisa berjalan. Sertifikat Hak Milik (SHM) gagal terbit karena cacat administrasi dalam proses peralihan awal.

Kondisi ini membuat uang rakyat puluhan miliar rupiah terserap tanpa menghasilkan bangunan fisik, sementara warga Kecamatan Prambon kehilangan hak atas fasilitas pendidikan yang dijanjikan.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Nama Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, ikut terseret dalam laporan tersebut. Namun, tudingan itu segera ditepis oleh tim hukumnya.

Kuasa hukum Mimik Idayana, Dimas Yemahura Al Faruq, menyatakan bahwa keterlibatan kliennya adalah fitnah yang tidak berdasar.

"Ibu Mimik Idayana tidak pernah memberikan perintah atau terlibat dalam proses pengadaan tanah tersebut. Informasi yang beredar sangat merugikan nama baik klien kami," tegas Dimas.

Kini, bola panas berada di tangan KPK. Para aktivis mendesak lembaga antirasuah tersebut menerapkan Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tipikor untuk mengusut aliran dana dan siapa saja aktor intelektual di balik transaksi lahan yang buntu tersebut.

Editor : Tim Jatimnow
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.