Sabtu, 20 Jun 2026 08:06 WIB

Status Kepesertaan BPJS Kesehatan PBI Non Aktif, Dinkes Tulungagung Pastikan Tetap Dapat Layanan

  • Penulis :
  • | Rabu, 11 Feb 2026 10:59 WIB
Kepala Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani. (Bramanta/jatimnow.com)
Kepala Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung memastikan, apabila warga PBI jaminan kesehatan daerah yang statusnya non-aktif tetap mendapat pelayanan kesehatan.

Kepala Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani mengatakan, di Kabupaten Tulungagung jumlah penerima PBI jaminan kesehatan daerah pada tahun 2026 mengalami kenaikan. Berdasarkan data, total warga penerima PBI jaminan kesehatan daerah mencapai 98.469 orang.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Tahun 2025 penerima PBI jaminan kesehatan daerah 97.729 orang, dan tahun 2026 naik menjadi 98.469 orang," ujarnya, Rabu (11/2/2026).

Jika banyak masyarakat di luar ramai membahas PBI statusnya non-aktif, di Kabupaten Tulungagung jumlah penerima PBI mengalami kenaikan. Bahkan hingga kini pihaknya belum ada laporan masyarakat yang terkendala saat mengakses layanan kesehatan.

"Sampai saat ini, kami masih berjalan seperti biasa. Jadi kalau ada klaim BPJS, ya kami bayar sesuai regulasi yang ada," terangnya.

Desi menjelaskan, apabila ada masyarakat yang tiba-tiba status penerima PBI non-aktif tidak perlu khawatir. Dinkes Tulungagung memastikan semua layanan kesehatan di Puskesmas dan Rumah Sakit Daerah (RSUD) tetap menerima pasien.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Jika masyarakat statusnya non-aktif, mereka tidak akan ditolak berobat di Puskesmas atau RSUD," paparnya.

Menurut Desi, jika status PBI non-aktif, RSUD dr Iskak Tulungagung dan RSUD dr Karneni Campurdarat tetap bisa memberi layanan kesehatan graris menggunakan skema SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu).

"Jadi meski statusnya non-aktif, semua warga Tulungagung dijamin mendapatkan layanan kesehatan gratis," ungkapnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Disisi lain, penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Dinkes Tulungagung juga turun pada tahun 2026. Dari anggaran semula Rp15 miliar kini turun menjadi Rp12 miliar. Penerimaan DBHCHT juga dialokasikan untuk PBI.

"Jika DBHCHT turun kami tidak akan mengurangi alokasi ke PBI, karena itu hak masyarakat. Mungkin kami akan mengurangi pengadaan alat kesehatan," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.