Sabtu, 20 Jun 2026 01:58 WIB

Mengenal Mendiang Awi: Jurnalis Kelahiran Blitar, Mengabdi untuk Surabaya

  • Penulis :
  • | Rabu, 11 Feb 2026 06:50 WIB
Adi Sutarwijono saat dilantik menjadi Ketua DPRD Surabaya (dok.jatimnow.com)
Adi Sutarwijono saat dilantik menjadi Ketua DPRD Surabaya (dok.jatimnow.com)

jatimnow.com - Surabaya kehilangan salah satu putra terbaiknya. Adi Sutarwijono, yang akrab disapa Mas Awi, meninggal dunia pada Selasa, 10 Februari 2026, pukul 20.36 WIB di Jakarta.

Mendiang Awi lahir di Blitar, 4 Agustus 1968. Ia dikenal sebagai sosok yang meniti jalan panjang pengabdian berangkat dari dunia jurnalistik hingga mencapai posisi strategis dalam politik lokal sebagai Ketua DPRD Surabaya.

Baca Juga: Mencari Solusi Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut, DPRD Surabaya Minta Pemkot Hadir

Kariernya dimulai sebagai wartawan, sebuah fase yang membentuk cara berpikirnya yang tenang, berbasis data, dan peka terhadap kepentingan publik. 

Nilai-nilai jurnalistik itu kemudian ia bawa ketika bergabung dengan PDI Perjuangan, membangun karier politik secara konsisten dari bawah, hingga dipercaya sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya dan selanjutnya memimpin lembaga legislatif di Kota Pahlawan

Sebagai Ketua DPRD, Mendiang Awi dikenal luas sebagai figur yang kalem, dingin, dan tidak reaktif. 

Ia menyelesaikan persoalan dengan dialog, bukan polemik. Dalam dinamika politik yang sering keras, Awi memilih jalur sunyi, mendengar, merangkum, lalu mengambil keputusan secara matang. Ia tidak mencari sorotan, tetapi bekerja secara tuntas.

Bagi banyak orang, Mendiang Awi adalah penolong yang senyap mudah dihubungi, ringan membantu, dan tidak pernah memperbesar persoalan. 

Baca Juga: DPRD Surabaya Dukung Penegakan Hukum Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 11

Ia hadir untuk menyelesaikan masalah, bukan memperpanjangnya. Sikap itu membuatnya dihormati lintas kalangan: kawan, lawan politik, jurnalis, aktivis, hingga warga biasa.

Kepergian Mendiang Awi bukan hanya kehilangan bagi keluarga dan PDI Perjuangan, tetapi juga bagi Surabaya kehilangan seorang pemimpin yang menjunjung etika, kesantunan, dan akal sehat dalam berpolitik.

Selamat jalan, Kawan.

Baca Juga: Catatan Kritis DPRD Surabaya di Moment HJKS ke 733

Terima kasih atas persahabatan, keteladanan, dan pengabdianmu. Jejak langkahmu akan tetap hidup dalam ingatan kami dan dalam perjalanan Surabaya ke depan.

Jenazah Mendiang Awi akan diberangkatkan dari Jakarta pada Rabu (11/02) siang untuk kemudian disemayamkan di Grand Heaven Sidoarjo. 

Rencana pemakaman akan dilaksanakan pada Kamis di Taman Makam Keputih, Surabaya.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.