Minggu, 21 Jun 2026 01:19 WIB

Aplikasi IKD di Tulungagung Belum Diminati Masyarakat, Ini Kendalanya

  • Penulis :
  • | Rabu, 04 Feb 2026 12:45 WIB
Foto: Masyarakat di Tulungagung saat mengurus adminitrasi kependudukan. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Masyarakat di Tulungagung saat mengurus adminitrasi kependudukan. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Meskipun telah diluncurkan sejak tiga tahun lalu, namun aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) belum banyak diminati masyarakat Tulungagung.

Kabid Pengelolaan Informasi dan Administrasi Kependudukan (PIAK) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Tulungagung, Sriyono mengatakan, pemerintah pusat sebenarnya telah memberikan target penggunaan IKD pada setiap kota/kabupaten. Adapun targetnya mencapai 30 persen.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Target IKD yang telah ditetapkan adalah 30 persen dari wajib KTP di setiap daerah," ujarnya, Rabu (4/2/2026).

Di Kabupaten Tulungagung total wajib KTP sekitar 800.000 orang. Sedangkan capaian IKD masih sangat rendah yakni 2,37 persen atau sekitar 19.000 orang. Artinya masih ada sekitar 781.000 orang wajib KTP di Kabupaten Tulungagung yang belum menggunakan aplilasi IKD.

"Untuk capaian IKD di Tulungagung masih sangat jauh dari target. Saat ini capai IKD masih 2,37 persen dari target 30 persen wajib KTP," terangnya.

Sriyono menjelaskan ada beberapa kendala yang dihadapi Dispendukcapil Tulungagung untuk mencapai target. Diantaranya, masih banyak handphone masyarakat tidak support dengan IKD. Sehingga aktivasi IKD tidak dapat dilakukan.

"Agar bisa aktivasi IKD, handphone harus support atau memadahi. Sedangkan banyak warga yang handpone tidak support aplikasi IKD," jelasnya.

Selain itu, banyak masyarakat yang enggan menggunakan aplikasi IKD karena tidak dapat digunakan untuk pelayanan. Salah satunya penggunaan aplikasi IKD di bank.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Layanan di bank belum bisa menggunakan IKD dan masih menggunakan KTP. Sehingga masyarakat merasa tidak memerlukan IKD," paparnya.

Apalagi aktivasi IKD tidak bisa dilakukan secara mandiri melalui sistem online. Sehingga masyarakat yang hendak aktivasi harus melakukan tatap muka dengan petugas Dispendukcapil Tulungagung.

"Tidak ada aktivasi online. Meskipun sistem digital, tapi aktivasi dilakukan dengan tatap muka langsung," ungkapnya.

Menurut Sriyono, masyarakat yang sudah memiliki IKD akan lebih mudah mengurus administrasi kependudukan (Adminduk). Salah satunya, merubah data adminduk secara mandiri tanpa harus datang ke Dispendukcapil Tulungagung.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Setelah memiliki IKD, warga bisa melakukan perubahan data mandiri. Seumpama ada anggota keluarga yang baru lahir, bisa ditambahkan sendiri melalui IKD. Kecuali data pindah domisili keluar Tulungagung itu tidak bisa," imbuhnya.

Disinggung soal realisasi target IKD, Dispendukcapil Tulungagung mengaku tidak dapat berbuat banyak, melihat kondisi dan kendala wajib KTP di Tulungagung.

"Sebenarnya target IKD banyak, tapi tidak bisa karena kondisi kami seperti ini," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.