Minggu, 21 Jun 2026 04:22 WIB

Disnakeswan Tulungagung Temukan Kasus PMK, Gencarkan Vaksinasi dan Disinfaksi

  • Penulis :
  • | Rabu, 04 Feb 2026 08:59 WIB
FOto: Petugas Disnakeswan Tulungagung saat memeriksa ternak sapi. (Bramanta/jatimnow.com)
FOto: Petugas Disnakeswan Tulungagung saat memeriksa ternak sapi. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Puluhan ekor sapi di Tulungagung terkena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Kasus ini ditemukan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) pada 12 Kecamatan. Faktor cuaca dan lalu lintas hewan ternak menjadi penyebab merebaknya penyakit ini. Pihak Dinas sendiri menggencarkan vaksinasi dan penyemprotan disinfektan untuk menekan pertumbuhan angka kasus ini.

Kabid Kesehatan Hewan Disnakeswan Tulungagung, Tutus Sumaryani mengatakan, selama awal tahun 2026 terjadi kondisi cuaca yang tidak menentu. Curah hujan yang tinggi membuat hewan ternak rentan terjangkit penyakit. Berdasarkan data, jumlah ternak yang terjangkit penyakit PMK di Tulungagung mencapai 59 ekor. Rata-rata hewan ternak yang terkena PMK adalah sapi potong. Dan saat ini belum ditemukan kasus PMK pada hewan ternak kambing.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Kami telah menerima laporan dari peternak, bahwa kasus PMK kembali muncul di Tulungagung sejak pertengahan Januari 2026," ujarnya, Rabu (4/2/2026).

Dari 19 kecamatan di Kabupeten Tulungagung, penyebaran kasus PMK sudah ditemukan di 12 kecamatan. Adapun kasus PMK paling banyak ditemukan di Kecamatan Ngantru dan Rejotangan. Menurut Tutus, kemunculan kasus PMK di Tulungagung salah satunya disebabkan karena ternak baru yang datang dari luar Tulungagung. Maka dari itu kebanyakan kasus PMK ditemukan di wilayah perbatasan Tulungagung.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Penularan PMK diduga karena ternak baru dari luar yang kemungkinan belum mendapatkan vaksinasi," paparnya.

Dari 59 ternak yang terjangkit PMK ternyata beberapa diantaranya sudah mendapatkan vaksinasi dari Disnakeswan Tulungagung. Hewan yang sudah mendapatkan vaksin lebih cepat dalam proses penyembuhan. Dengan adanya temuan kasus PMK, Disnakeswan Tulungagung akan menggencarkan kembali vaksinasi dan melakukan pencegahan melalui disinfeksi di pasar hewan.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Kami akan melakukan disinfeksi sebelum dibuka pasar hewan. Kami juga meningkatkan pengawasan lalu lintas hewan di pasar hewan," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.