Sabtu, 20 Jun 2026 18:09 WIB

iSTTS Surabaya Gembleng Jurnalis, Taklukkan AI Tanpa Gadai Etika

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Selasa, 03 Feb 2026 18:18 WIB
Jurnalis dari Surabaya dan Sidoarjo foto bersama usai Bootcamp Artificial Intelligence for Journalist, di Institut STTS, Selasa (3/2/2026). (Foto: Iffan for JatimNow.com)
Jurnalis dari Surabaya dan Sidoarjo foto bersama usai Bootcamp Artificial Intelligence for Journalist, di Institut STTS, Selasa (3/2/2026). (Foto: Iffan for JatimNow.com)

jatimnow.com - Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) kini bukan lagi masa depan, melainkan realitas yang mulai menggedor pintu ruang redaksi.

Merespons percepatan ini, Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (Institut STTS) mengumpulkan puluhan jurnalis dari Surabaya dan Sidoarjo untuk mendalami "senjata" baru tersebut lewat bootcamp intensif di Kampus Ngagel Jaya Tengah, Selasa (03/2/2026).

Baca Juga: GMNI Dorong Mahasiswa Jadi Jurnalis Warga yang Berani dan Jujur

Pelatihan tersebut menjadi vitak karena di balik kemudahan yang ditawarkan AI, tersimpan risiko besar terhadap integritas informasi. Tanpa pemahaman etis yang kuat, teknologi ini dikhawatirkan justru menjadi pabrik kesalahan informasi yang masif.

Kepala Humas iSTTS, Mas Rara Dwi Yanti Handayani, menyebut bahwa secanggih apa pun algoritma yang bekerja, kemudi utama tetap harus dipegang oleh manusia.

Ia menegaskan bahwa mesin mungkin unggul dalam kecepatan teknis, namun verifikasi dan nurani adalah ranah mutlak milik wartawan.

"Kami ingin rekan-rekan jurnalis mampu memanfaatkan AI sebagai asisten yang cerdas, tapi jangan sampai mengorbankan prinsip dasar jurnalistik. Teknologi membantu kita bekerja cepat, tapi verifikasi adalah harga mati," tegas Rara di sela-sela kegiatan.

Alih-alih sekadar mendengarkan teori, puluhan wartawan dari berbagai forum seperti Rumah Literasi Digital (RLD), PFI Surabaya, FJN, hingga Forwas langsung membuka laptop untuk membedah dapur teknologi.

Pelatihan ini tidak sekadar menyuguhkan teori di atas kertas, melainkan langsung menyentuh aspek teknis melalui bimbingan Dr. Lukman Zaman yang mengupas tuntas teknik Prompt Engineering.

Dalam sesi ini, para jurnalis dilatih untuk menyusun perintah yang presisi agar teknologi kecerdasan buatan mampu menghasilkan konten multimedia yang akurat dan berbasis fakta, alih-alih sekadar menyodorkan asumsi mesin yang sering kali bias.

Baca Juga: Kisah Mantan Kapster Salon Jadi Barista Hanaka Social Space

Kemampuan menyusun perintah tersebut kemudian diperdalam oleh Prof. Dr. Ir. Esther Irawati Setiawan yang menyoroti sisi sensitif mengenai tantangan etis saat berhadapan dengan data media sosial.

Ia membedah bagaimana pola data di jagat maya sering kali menyesatkan, sehingga jurnalis dituntut memiliki ketajaman dalam membaca anomali agar tidak terjebak dalam pusaran informasi yang salah atau manipulatif.

Melengkapi ekosistem keterampilan digital tersebut, Dr. Ir. Yosi Kristian mendemonstrasikan kekuatan machine learning dan computer vision sebagai instrumen baru dalam jurnalisme investigasi.

Teknologi ini diposisikan sebagai asisten tangguh untuk mengolah data visual yang rumit serta melakukan verifikasi digital mendalam, sehingga wartawan tetap bisa menyajikan laporan yang kredibel di tengah gempuran konten visual yang kian kompleks.

Baca Juga: ORADO Jatim Buka Peluang UMKM Garap Peralatan Domino

Direktur Rumah Literasi Digital (RLD), Andika Ismawan, menilai kolaborasi ini sebagai langkah pertahanan diri bagi para jurnalis. Menurutnya, literasi AI yang rendah hanya akan memperlebar celah munculnya produk berita yang tidak akurat.

"AI adalah alat bantu, bukan pengganti jurnalis. Kita perlu tahu batasannya agar kecepatan yang kita kejar tidak mengabaikan kebenaran fakta," ungkap Andika.

Sebagai bukti penguasaan materi, para peserta bakal dianugerahi sertifikat Introduction to Generative AI.

Langkah nyata Institut ini mempertegas posisi mereka sebagai AI Campus yang tidak hanya melahirkan talenta teknologi, tetapi juga ikut bertanggung jawab menjaga kualitas informasi di tengah masyarakat luas.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.