Senin, 15 Jun 2026 21:28 WIB

GMNI Dorong Mahasiswa Jadi Jurnalis Warga yang Berani dan Jujur

Ali Masduki menyampaikan materi dalam Pelatihan Jurnalistik yang digelar DPC GMNI Surabaya Raya bersama Rumah Literasi Digital di Hanaka Social Space, Surabaya, Rabu (10/6/2026). (Foto: Fuad for jatimnow.com)
Ali Masduki menyampaikan materi dalam Pelatihan Jurnalistik yang digelar DPC GMNI Surabaya Raya bersama Rumah Literasi Digital di Hanaka Social Space, Surabaya, Rabu (10/6/2026). (Foto: Fuad for jatimnow.com)

jatimnow.com - Kemampuan menulis berita dan memverifikasi informasi menjadi bekal penting bagi mahasiswa di tengah derasnya arus informasi digital. Kesadaran tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam Pelatihan Jurnalistik Batch #2 yang digelar DPC GMNI Surabaya Raya bersama Rumah Literasi Digital (RLD) di Hanaka Social Space, Surabaya, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan yang diikuti kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dari berbagai daerah di Jawa Timur tersebut membahas teknik dasar jurnalistik, verifikasi informasi, hingga tantangan penyebaran berita di era algoritma media sosial.

Baca Juga: Kisah Mantan Kapster Salon Jadi Barista Hanaka Social Space

Ketua DPC GMNI Surabaya Raya, Kadek Ayu Wardani, menilai kemampuan jurnalistik memiliki peran strategis bagi aktivis mahasiswa dalam mengawal isu-isu sosial dan menyuarakan kepentingan masyarakat.

“Jurnalistik bagi kaum pergerakan adalah alat perjuangan. Melalui tulisan, kita harus mampu mendidik rakyat dengan pergerakan sekaligus mendidik penguasa dengan perlawanan. Kita tidak boleh apatis karena diam adalah bentuk pengkhianatan,” kata Kadek.

Materi pelatihan yang disusun Ali Masduki dikemas dalam panduan visual yang mudah dipahami peserta pemula. Selain memahami teknik penulisan berita, peserta diajak mengenali fungsi jurnalistik sebagai sarana pendidikan publik dan pengawal kebenaran.

Ketua Rukun Warta RLD, Fatchur Rohman, mengingatkan pentingnya disiplin verifikasi sebelum menyebarkan informasi kepada publik.

“Sikap skeptis adalah senjata utama hari ini. Jangan langsung percaya pada sebuah informasi sebelum melewati proses cek sumber, perbandingan data, konfirmasi langsung, dan pemeriksaan visual. Cepat boleh, salah jangan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu senior GMNI, Anom Surahno yang membuka pelatihan mengajak mahasiswa memahami perubahan lanskap informasi akibat perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, dominasi media besar sebagai sumber utama informasi kini telah bergeser ke algoritma yang bekerja melalui telepon genggam.

“Zaman saya mahasiswa, membawa majalah Tempo atau koran Kompas sudah dianggap keren karena ada monopoli sumber informasi. Sekarang tidak ada lagi. Yang menentukan persepsi kebenaran hari ini adalah algoritma di ponsel Anda,” ujar Anom saat menyampaikan materi bertajuk Merawat Jalan Pedang Jurnalisme Progresif Revolusioner.

Ia memetakan tiga tantangan utama yang dihadapi penyampai informasi saat ini, yakni tuntutan kecepatan, hilangnya monopoli informasi, serta menjaga kepercayaan publik di tengah maraknya jurnalisme warga.

Baca Juga: ORADO Jatim Buka Peluang UMKM Garap Peralatan Domino

Anom menilai perkembangan teknologi membuat masyarakat berlomba menjadi yang tercepat membagikan informasi. Akibatnya, proses verifikasi kerap diabaikan.

“Lima detik setelah kejadian, informasi ingin langsung sampai. Masalahnya, kecepatan sering kali mengesampingkan kebenaran. Kebenaran tidak bisa diperlakukan seperti itu, harus ada proses cek dan ricek,” tegasnya.

Karena itu, ia mendorong mahasiswa mengambil peran sebagai jurnalis warga yang memegang teguh tiga prinsip utama, yakni berani, jujur, dan berpihak kepada rakyat kecil.

Menurut Anom, jurnalisme mahasiswa seharusnya tidak terjebak pada pencarian popularitas atau konten viral semata. Perhatian justru perlu diarahkan kepada kelompok masyarakat yang selama ini minim ruang untuk menyampaikan aspirasinya.

“Perhatian kita harus diberikan kepada mereka yang kecil, lemah, dan tidak memiliki suara. Petani yang kehilangan lahan, pengemudi ojek online yang terkena suspend, hingga pelaku UMKM yang usahanya terdampak perubahan algoritma harus menjadi bagian dari perjuangan kita,” ujarnya.

Selain materi tentang etika dan peran sosial jurnalisme, peserta juga memperoleh pembekalan teknis mulai dari unsur 5W+1H, teknik wawancara, membaca data, menyusun berita dengan struktur piramida terbalik, hingga proses penyuntingan naskah.

Baca Juga: Workshop Crochet Kirby di Surabaya Dorong UMKM Handmade Lokal

Sebagai evaluasi, panitia memberikan tugas lapangan kepada peserta untuk mengamati peristiwa di sekitar mereka, melakukan wawancara, mengumpulkan fakta, lalu menyusunnya menjadi karya jurnalistik yang utuh.

Menutup kegiatan, Anom mengajak mahasiswa terus berlatih menulis dan tidak takut melakukan kesalahan selama proses belajar.

“Jangan takut salah ketika belajar menulis. Yang harus ditakuti adalah ketika kita diam saat kebenaran dibengkokkan. Takutlah jika kita hanya menjadi korban algoritma. Jadilah orang yang mengatur algoritma melalui narasi-narasi yang jujur,” pungkasnya.

Pelatihan Jurnalistik GMNI Surabaya juga menghadirkan sejumlah jurnalis senior sebagai pemateri, di antaranya Ari dan Parto, yang membagikan pengalaman terkait metodologi verifikasi informasi, kode etik jurnalistik, serta teknik penulisan berita di era digital.

Penulis: Amru Setyawan

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.