Kisah Mantan Kapster Salon Jadi Barista Hanaka Social Space
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Rabu, 10 Jun 2026 17:13 WIB
jatimnow.com - Aroma sangrai biji kopi menyeruak di antara deru mesin espresso yang bekerja konstan di balik meja bar Hanaka Social Space, sore itu. Jemari seorang wanita bergerak lincah mengatur tekanan air, memantau kucuran cairan pekat dari portafilter, lalu menakar rasio hingga presisi.
Perempuan bernama Joe tersebut sedang menikmati perannya, menyajikan cangkir demi cangkir untuk menghadirkan pengalaman ngopi terbaik bagi para pengunjung.
Baca Juga: GMNI Dorong Mahasiswa Jadi Jurnalis Warga yang Berani dan Jujur
Bagi masyarakat awam, secangkir minuman hitam mungkin sekadar pelepas kantuk. Namun, bagi kedai di coffee shop Surabaya ini, setiap tetesnya melibatkan proses rumit demi memanjakan lidah pencinta kafein.
Joe yang kini menjadi barista Hanaka Social Space memikul tanggung jawab besar menjaga konsistensi rasa tersebut. Siapa sangka, setahun lalu perempuan ini sama sekali tidak akrab dengan dunia barista.
Setengah hidupnya justru dihabiskan di dalam barber shop dan salon kecantikan, berteman akrab dengan gunting serta sisir. Didorong rasa penasaran yang besar sebagai pencinta kopi, Joe nekat memutar haluan hidupnya untuk mendalami seni meracik minuman.
"Saya bahkan sampai menggigit biji kopi mentah agar bisa mengenali karakter rasanya secara mendalam," kenang Joe saat ditemui disela-sela pelatihan jurnalistik GMNI Surabaya Raya bersama Rumah Literasi Digital, Rabu (10/6/2026)
Pekerjaan barunya ternyata tidak mudah. Tantangan terbesar muncul saat ia harus menyeimbangkan kadar keasaman dan kepahitan, sekaligus memunculkan sensasi manis alami yang tersembunyi dari ekstraksi kopi.
Baca Juga: ORADO Jatim Buka Peluang UMKM Garap Peralatan Domino
Di dunia komoditas ini, rasa manis menjadi indikator utama bahwa seluruh proses pemisahan sari biji kopi berjalan tanpa cacat.
Demi memberikan suguhan berkesan, kedai ini mengandalkan formula house blend khusus. Mereka memadukan 70 persen biji kopi robusta dan 30 persen arabika.
Karakter robusta yang pekat dan tinggi kafein berpadu sempurna dengan kelembutan aroma arabika, menciptakan identitas unik yang memikat lidah konsumen.
Baca Juga: Workshop Crochet Kirby di Surabaya Dorong UMKM Handmade Lokal
Melalui racikan yang pas, Joe percaya sebuah kedai bisa menjadi ruang ketiga yang nyaman bagi publik. Kombinasi antara kualitas produk, atmosfer ruangan, dan keramahan pelayan menjadi kunci utama yang membuat pengunjung betah duduk berlama-lama dan selalu ingin kembali.
Perjalanan hidup Joe menjadi bukti nyata bahwa keberanian keluar dari zona nyaman mampu melahirkan keahlian baru yang dihargai masyarakat.
Penulis: Kaliza Nurfadila
Editor : Ali MasdukiURL : https://jatimnow.id/baca-85171-kisah-mantan-kapster-salon-jadi-barista-hanaka-social-space