Kamis, 18 Jun 2026 04:11 WIB

Ratusan Penghayat di Tulungagung Telah Catatkan Aliran Kepercayaan Pada KTP

  • Penulis :
  • | Selasa, 03 Feb 2026 09:59 WIB
Foto: Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Tulungagung, Djarno. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Tulungagung, Djarno. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Tulungagung mencatat ratusan penganut aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), yang telah mencatatkan pada kolom agama di Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Tulungagung, Djarno mengatakan pencatatan aliran kepercayaan YME pada kolom KTP telah diakomodir pemerintah sejak tahun 2019 silam. Termasuk di Kabupaten Tulungagung, sudah cukup banyak warga penghayat aliran kepercayaan mencantumkan pada kolom agama di KTP.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Sejak tahun 2019 pemerintah telah memperbolehkan warga penghayat mencantumkan aliran kepercayaan pada kolom agama KTP mereka," ujarnya, Selasa (3/2/2026).

Berdasarkan data Dispendukcapil Tulungagung, selama ini sudah ada 160 warga penghayat yang mencantumkan kolom agama dengan aliran kepercayaan pada KTP. Namun, Djarno tidak dapat memastikan apakah jumlah tersebut sesuai dengan warga penghayat di lapangan yang sebenarnya.

"Berdasarkan data, kurang lebih warga penghayat yang sudah mengurus KTP dengan mencantumkan kolom agama dengan aliran kepercayaan berjumlah 160 orang," jelasnya.

Memang sebelum pemerintah mengakomodir aturan pencatatan adminduk warga penghayat, banyak dari mereka memilih untuk mengosongkan kolom agama. Namun sejak aturan berubah, sudah tidak ada pengosongan kolom agama dan banyak warga penghayat mengisi dengan aliran kepercayaan.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Sejauh ini sudah tidak ada lagi warga yang mengosongkan kolom agama. Jadi semua sudah mencatatkan dengan aliran kepercayaan," terangnya.

Namun dari data Dispendukcapil Tulungagung belum ada anak warga penghayat yang mengurus Kartu Indentitas Anak (KIA). Padahal dokumen KIA menjadi cukup penting bagi anak ketika hendak mengurus layanan pemerintah.

"Untuk warga peghayat yang membuat KIA di Tulungagung belum ada. Karena selama ini hanya warga penghayat dewasa saja," paparnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Djarno mengungkapkan, pada dasarnya proses pembuatan KTP untuk warga penghayat tidak ada perbedaan dengan aturan umumnya. Yakni, mengajukan surat pernyataan dari pemohon, surat keterangan dari lembaganya seperti Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) dan mengisi formulir.

"Jika semua persyaratan sudah terpenuhi, maka kami akan mengubah keterangan pada kolom agama sebagai aliran kepercayaan. Baik di KTP atau kartu keluarga," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.